BERBAGI : Wawan dan anggota SENTER saat melakukan kegiatan bagi – bagi takjil di lampu merah Ramanda. Foto: INDRA SIREGAR  / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Setelah beberapa tahun fakum, Wirawan Yogyasono kembali mengaktifkan kegitan komunitas  Seniman Terminal (SENTER) pada tahun 2018. Namun,  SENTER yang baru diaktifkan ini jauh berbeda dibanding sebelum komunitas itu fakum pada tahun 2016.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR

Di pendopo Masjid Terminal (Master), Ketua SENTER, Wirawan Yogyasono menceritakan, sebelum dia ditunjuk menjadi ketua komunitas tersebut, tak pernah terbersit dari para pengurus SENTER untuk membuat kegiatan – kegiatan keagamaan maupun pembinaan anggota.

“ Dulu itu SENTER hanya untuk temu kumpul aja,” kata pria yang akrab disapa Wawan itu.

Namun, ketika diusung oleh para anggota SENTER untuk menjadi ketua pada awal tahun 2018, Wawan akhirnya mempunyai gagasan untuk menjadikan komunitas ini sebagai komunitas yang produktif dan mampu mengubah stigma masyrakat terharap kaum marjinal. “ Saya tidak mencalonkan diri menjadi ketua, tetapi teman – teman senter yang meminta saya untuk jadi ketua,” tuturnya.

Setelah beberapa bulan menjabat, muncul ide wawan untuk mengajak anggotanya yang rata – rata anak Punk dan preman terminal serta pengamen jalanan untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“ Saya dibantu pengurus SENTER membuat kegiatan – kegiatan positf bagi anggota kami seperti pelatihan kerja, pelatihan keterampilan serta pendidikan non formal dan agama,” beber Wawan.

Namun, niat Wawan untuk merealisasikan gagasannya tersebut kepada anggotanya tak berjalan mulus. Banyak anggotanya yang menolak untuk ikut kegiatan yang dibuat wawan karena merasa buang – buang waktu atu merasa malas dalam beribadah.

“ Awalnya sangat sulit meyakinkan mereka untuk ikut pembinaan kami, apalagi mengurusi 150 orang anggota yang merupakan anak jalanan akan beda penangannya dengan mengatur orang – orang biasa yang mengenyam pendidikan tinggi,” kenang Wawan. (dra)