LAMBAN: Lokasi runtuhnya turap Azura Park yang berbatasan langsung dengan warga RW18 Tirta Mandala, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, membuat kediaman warga tergenang air, Minggu (19/5). Foto: ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hampir empat bulan warga Tirta Mandala, Kelurahan Sukamaju Cilodong masih terendam air, dampak dari runtuhnya turap pembatas sungai dan perumahan Azura Park.

Meski Dinas PUPR Kota Depok telah mengerahkan alat berat dan satgas, tetapi turap belum juga kokoh berdiri. Warga mengaku khawatir bahaya longsor susulan terjadi, karena hujan angin kerap turun di Depok.

Menyikapi hal itu, Sekretaris Dinas PUPR Citra Indah Yuliati menegaskan bahwa progres berjalan baik.

“PUPR mengerahkan kemampuan, dari alat berat hingga satgas agar perbaikan turap berjalan cepat, sehingga dapat kembali normal,” jelas Citra saat dikonfirmasi Radar Depok.

Soal air yang terus mengalir ke permukiman warga RW18, Citra menjelaskan kalau permintaan warga agar memberi dua buah lubang besar untuk mengalirkan air kembali ke kali. Alhasil, bukan kering yang di dapat, justru banjir menghantui. Sebab volume air kadang melewati batas.

“Saya heran sama permintaan warga, justru malah airnya keluar jalan ke rumah-rumah warga. Jadi saya minta pak RW untuk memberi izin menutup lubang yang ada di belakang balai RW,” tegas Citra.

Ketua RW18, Ardi mengaku, dirinya tidak dapat bicara banyak selain melihat secara jelas kondisi wilayahnya saat ini. Meski berbagai dinas atau pejabat yang hadir tetap tidak membuat perbaikan cepat.

“Mas lihat sendiri kondisinya, sudah empat bulan berjalan begini. Saya nggak bisa ngomong apa-apa lagi,” ungkap Ardi di lokasi runtuhnya turap.

Warga menduga runtuhnya turap tersebut karena pengembang Azura Park tidak membangun turap secara kokoh. Terlebih warga mengira turap tersebut milik pemerintah bukan dibangun pengembang.

Saat awak media ini mengonfirmasi, pihak pengembang atas nama Asep belum juga memberikan jawaban atas persoalan tersebut. Atas kelalaian pengembang, Dinas Perizinan melalu bidang pengawasan dan pengaduan Kota Depok, akan memanggil pengembang untuk menindaklanjuti. (cr2)