Foto : Habib Idrus Al Gadri

RADARDEPOK.COM, DEPOK DPP Front Pembela Islam (FPI) menyangkan adanya korban jiwa yang jatuh saat aksi 22 Mei lalu. Merujuk data yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, korban meninggal mencapai delapan jiwa.

Salah satu korban adalah Farhan Safero (31), warga RT02/07, Kelurahan Grogol, Limo. Pengurus DPP FPI, Habib Idrus Al Gadri mengaku sangat prihatin akan kasus ini.

“Tentu kami dari FPI sangat menyayangkan. Menurut saya tidak boleh ada sampai jatuh korban jiwa,” ungkapnya kepada Radar Depok, kemarin (24/5).

Adapun Farhan, kata Habib Idrus, bukanlah anggota FPI. Ia memang saat kejadian tengah berada di kediaman Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, kawasan Petamburan. “Dia ingin menjaga rumah habib (Habib Rizieq). Beliau cinta ulama,” tambah dia.

Ia melanjutkan, Farhan merupakan anggota majelis taklim Majelis Rasulullah SAW dan Nurul Mustofa.

“Yang bersangkutan memang suka dengan para ulama. Salah satunya Habib Rizieq,” tambah mantan Ketua FPI Kota Depok ini.

Atas kasus ini, FPI mendesak kepolisian bisa mengusut tuntas. Jangan sampai nyawa manusia melayang tanpa penjelasan riil. Perlu diusut dan hasilnya disampaikan ke masyarakat. “Tidak habis pikir saya. Harus diusut tuntas. Ini nyawa manusia lho,” pungkasnya. (cky)