AKRAB : Anggota Cilokers saat buka puasa bersama di  Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong. Foto: ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Membangun silaturahmi yang lebih dan jauh lebih lagi dibangun memanfaatkan bulan suci. Sejumlah pegiat sepeda asal Cilodong Depok, Cilodong Bikers (Cilokers) menjadikan Ramadahn sebagai waktu yang sangat dinanti karena keberkahan senantiasa sepanjang bulan ini.

Laporan : Arnet Kelmanut

Pagar coklat dengan tiang hitam kurang lebih berukuran 8X1,5 meter sudah terbuka lebar, sore itu terdapat beberapa sepeda serta sebuah mobial dan juga motor yang lebih dari satu buah. Ramai suara didalam, kawasan ini berada di Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Depok.

Masuk dengan pintu kayu yang sepertinya kayu jati, saat diketok terasa keras. Ketika dibuka sudah banyak bapak-bapak dan muda yang menyambut dengan berbagai macam takjil menu buka puasa.

“Ini memang satu budaya kami mengisi bulan Ramadan, momen suci ini kami manfaatkan sebaik baik mungkin, baik internal kmomunitas kami maupun kepada sesama. Kami gowes banyak waktu, baik siang malam kami bisa gowes bersama, tapi kalau fokus menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan itu jarang, setahun sekali,” jelas Ketua Cilokers Depok, H Haerudin dengan baju koko abu yang serasi dengan peci hitamnya.

Suara adzan maghrib waktunya buka puasa tiba, tak lupa seluruh anggota komunitas dengan seragam kebangsaan warna gelap dengan coretan hijau stabilo ini berucap doa sebelum mencomot hidangan yang terpampang di hadapannya.

Gorengan, pudding, es buah, lontong, teh tawar hangat, dan lainnya tak lepas dari setiap tangan yang mengambilnya. Makanan berat juga disediakan, nasi putih nasi kuning denga beberbagai menu juga terdapat di dapur kediaman itu.

“Bulan ini, giat kami selaku komunitas, lebih lagi dekat kepada Allah SWT. Memohon kelancaran serta keberkahan, baik untuk Cilokers serta diri sendiri, keluarga, dan karir,” tambah pak Haji sapaan akrabnya dalam komunitas yang jumlah anggotanya hampir 150 orang.

Usai mengalas perut tak terlalu makan banyak. Mereka bersama menuju lokasi musala terdekat untuk menjalankan sholat maghrib. Setelah itu dilanjutkan dengan ibadah tarawih bersama, anak serta istri mereka juga turut hadir. (*)