SAHABAT : (kiri ke kanan) Walikota Depok Mohammad Idris, Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zikra (Alm) Ustaz Arifin Ilham, dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, pada momen tabligh akbar di Balaikota Depok, beberapa waktu lalu. Foto: SANI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, BOGOR–Bukit Az–Zikra di Kecamatan Babakan Madang, Sentul, Kabupaten Bogor mendadak jadi gunung manusia kemarin. Ribuan jamaah mendatangi pertemuan terakhir mereka dengan sang mendiang Ustaz KH Muhammad Arifin Ilham.

Sejak pagi, jamaah sudah menunggu kedatangan jenazah. Awalnya, memang direncanakan jenazah Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zikra sampai di Bogor pukul 10:00 WIB. Namun, karena keterlambatan administrasi jet pribadi yang diberangkatkan dari Penang, Malaysia, kepulangan jenazah sempat ditunda.

Kepergian salah satu ulama berpengaruh di tanah air, membuat terpukul Walikota Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna. Kepada Harian Radar Depok, Walikota Depok mengaku, duka yang mendalam terhadap wafatnya ustaz Arifin Ilham (AI). Tentunya merasa kehilangan sosok dai Indonesia.

Terakhir, orang nomor satu di Kota Depok ini ketemu dan bercengkrama saat dirawat di RSCM unit Kencana, sempat jenguk dan mendoakan. Saat itu ustaz AI  pegang tangan erat-erat seraya berbisik: Lanjutkan Perjuangan menebar kebaikan dengan Ikhlas dan Semangat Berkorban. “Milik Alloh apa yagn Dia ambil, kita bersabar dan berharap pahala kesabaran”. Selamat Jalan Dai Mujahid fi Sabilillah. Kami yakin Alloh sudah siapkan dai pejuang-pejuang lain yang mampu melanjutkan cita-cita mulia ustaz dalam menebar Islam rahmatan lil’alamin,” doa walikota, Kamis (24/5).

Sementara, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku, bila almarhum merupakan salah satu guru agamanya. Kenalnya pun sudah lama. Hampir 20 tahun.

“Innalillahiwainnailaihirojiun. Semoga almarhum berpulang dengan cara yang baik dan seluruh amal diterima Allah SWT, seluruh kesalahan diampuni Allah SWT. Amin,” ungkap Pradi kepada Radar Depok, kemarin (23/5).

Ia menambahkan, selama Ustaz Arifin sakit dan dirawat di Malaysia, komunikasi tetap berlangsung. Meski hanya lewat aplikasi WhatsApp. Hampir setiap hari dirinya selalu menerima petuah-petuah dari almarhum. Ceramah-ceramah singkat, baik dalam bentuk vidio atupun teks naskah.

 

Tentu yang kehilangan adalah seluruh rakyat Indonesia. Yang cinta almarhum sangat banyak. Cinta karena Allah SWT, tambah dia. Dirinya pun membeberkan pesan singkat terakhirnya kepada ustaz yang cukup lama juga bersyiar di Kota Depok.

Pesannya begini, Ya guruku bisakah muridmu mendengar suaramu. Suara orang yang saleh. Orang yang selalu mengajak kami rindu rosullulloh. Orang yang selalu mengajak kami tinggalkan kemaksiatan. Orang yang selalu mengajak kami ke syurga-Nya Allah SWT. Sehatkan ia Ya Robb. Kami butuh ia. Kami butuh pembimbing. Kami butuh pencerahan yang selalu ia kirimkan di waktu pagi lewat jemarinya. Ya Robb janganlah cepat engkau panggil orang yang berilmu dan selalu istiqomah di jalan-Mu. Alfakir muridmu yang selalu merindukanmu wahai guruku. Bang Haji PS’.

“Ada satu amanat yang beliau titipkan ke saya. Katanya jangan pernah putus wudhu. Kalau batal, segera wudhu lagi,” beber dia.

Kepada Pradi, Ustaz Arifin memberikan pesan terakhirnya lewat whatsapp. Isinya : Maafkan. Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu. Seorang guru menyuruh murid-muridnya membawa beberapa tomat dengan tas kresek ke sekolah. Guru  kemudian menyuruh murid-muridnya menempeli nama orang yg di bencinya, satu buah untuk satu nama. Kemudian Guru menyuruh membawa tomat kemanapun ia pergi  sesuai jumlah nama yg  di bencinya. Pada hari yang ditentukan semua murid membawa tomat sesuai dengan perintah gurunya. Ada yang membawa 2, ada membawa 3, ada 4 bahkan ada yang membawa 20 biji sesuai dengan jumlah orang yang sangat dibenci dalam hidupnya.

Kemudian, gurunya kemudian menyuruh setiap anak membawa tomat tersebut kemanapun mereka pergi selama seminggu. Setelah 3 hari tomat itu mulai membusuk, perlahan lahan menimbulkan bau yang tidak sedap. Murid murid yang membawa tomat dengan jumlah yang lebih banyak mulai mengeluh, karena merasa berat dan bau busuknya mulai menyengat. Setelah seminggu gurunya menanyakan kepada murid-muridnya apakah yang kamu rasakan dalam seminggu ini? Hampir semua murid mengeluh karena bau busuk dari tomat yang sudah rusak, terutama yang membawa lebih banyak tomat.

Lalu, Gurunya kemudian berkata: Ini mirip dengan apa yang kamu bawa di dalam hatimu, ketika kamu membenci beberapa orang. Membenci/rasa iri, membuat hati dan pikiran kita tidak sehat dan kalian membawa kebencian itu kemana-mana. Jika kalian tidak tahan dengan bau busuk dari tomat selama seminggu, bayangkanlah apa yang terjadi dalam hati akibat kebencian yang kalian bawa setiap hari selama bertahun tahun.

Hati ini bagaikan taman indah yang penuh bunga yang setiap saat harus dirawat, dibersihkan dari kotoran-kotoran yang tidak diinginkan. Maafkanlah orang yang kamu benci.

Buatlah hati ini ruangan tempat menyimpan sesuatu yang Baik-Baik saja, menjalin  Persahabatan, dan  Persaudaraan, akan menjaga keindahan taman hati. Jakumulllah yg telah membuat hikmah mutiara indah ini. Sahabatmu yang mencintaimu karena Allah SWT. Jangan lupa sebelum rehat berwudhu.  “Almarhum sosok baik. Sangat baik. Kita ambil ilmu beliau, lalu amalkan,” beber Pradi.

Jenazah mendiang Ustaz KH Muhammad Arifin Ilham tiba di rumah duka di samping Masjid Az-zikra, Sentul, Kabupaten Bogor sekira pukul 17:00 WIB. Menggunakan ambulan milik Polri, jenazah dibawa dari Bandara Halim Perdanakusumah menuju Sentul.

Sejumlah tokoh pun ikut datang ke rumah duka yang bersebelahan dengan Masjid Az-zikra tersebut. Sebut saja Bupati Bogor Ade Yasin, Walikota Bogor Bima Arya, Hidayat Nur Wahid, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin, Ustad Yusuf Mansur, dan beberapa tokoh nasional lainnya.

Menag Lukman Hakim mengatakan, keberadaan Ustaz Arifin Ilham sangat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya umat Islam, dzikir – dzikir yang dilantunkan setiap kali sang ustaz ceramah selalu berikan kesan yang positif.

“Itu terus dikumandangkan beliau, terus disemarakkan. Terutama di Indonesia ini, beliau sungguh memiliki kekuatan yang besar sekali dalam dakwah. Melalui dzikirnya, beliau mengajak kita umat Islam untuk lebih mampu mendekatkan diri pada Allah SWT,” kata Menag.

Semuanya, kata dia, sudah pasti merasa kehilangan dengan wafatnya KH Arifin Ilham. Namun meski begitu, dirinya merasa bersyukur karena Almarhum sudah dengan gigih mendirikan Az- Zikra dari nol. “Ini sebagai sebuah lembaga pendidikan, lembaga keagamaan. Yang mudah – mudahan banyak sekali muridnya yang akan melanjutkan apa yang selama ini dilakukan,” ungkapnya.

Setelah beberapa saat di rumah duka, jenazah digotong lagi ke arah masjid dengan pengawalan super ketat dari TNI maupun Polri. Keranda jenazah sang ustaz lansung dibaringkan di saf pertama untuk kemudian lansung dilakukan salat jenazah.

Salat jenazah dilakukan beberapa saat sebelum adzan Magrib yang menandakan waktu berbuka puasa. Usai sembahyang dan buka puasa dilakukan, jenazah dipersiapkan kembali untuk dibawa ke Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Di sisi lainnya, Polres Bogor menerjunkan 400 personelnya untuk melaksanakan pengawalan dan pengamanan prosesi pemakaman Ustaz Arifin Ilham. Pengamanan tersebut dilaksanakan, agar tidak terjadi penumpukan para pelayat yang akan melaksanakan takziah.

Selain itu, anggota juga disiagakan di berbagai titik jalur agar memperlancar pengawalan mobil jenazah dan rombongan pelayat dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju ke Masjid Az Zikra Sentul, dan dimakamkan di Pesantren Az Zikra Gunung Sindur.

“Bentuk penghormatan kami kepada almarhum, kami prediksi akan terjadi kepadatan, karena antusiasme masyarakat dengan sosok almarhum. Situasi bagaimana pun nanti personel akan disiagakan sebanyak 400 orang, tidak ada rekayasa atau pengalihan hanya ada pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas saja oleh petugas,” kata Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky.(jun/hmi/rb)