TERTIB: PKL tidak lagi dibiarkan berjualan di jalur cepat Jalan Boulevard, GDC. Pol PP sejak Minggu (19/5) sudah berjaga-jaga di lokasi dimana PKL bisa Jualan. Foto: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK — Lajur cepat Jalan Boulevard Grand Depok City kembali steril. Hal tersebut setelah surat edaran Kasatpol PP Kota Depok melarang PKL berdagang di sepanjang Jalan Boulevard GDC, yang dituding sebagai sumber kemacetan.

Kabid Trantibum Pol PP Kota Depok, Ahmad Oting mengatakan kemarin aparat Pol PP sudah berjaga sejak pagi guna menghalau PKL yang ingin berdagang di jalur cepat, Jalan Boulevard, GDC.

“Pol PP melakukan penghalauan PKL yang berdagang di dalam jalan Boulevard GDC atau area perkantoran pemerintah, dengan menempatkan pedagang di jalan jalur lambat sampai tanggal 2 Juni,” kata Ahmad Oting kepada Radar Depok.

Selain itu lanjut Oting, akan menempatkan petugas di lokasi guna menghindari pedagang berjualan di Jalan Boulevard, GDC.  Namun demikian pihaknya mengaku akan terus menghalau pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya. “Kami akan jaga, selama mereka melanggar Perda,” kata Oting.

Oting menilai, selama tidak ada solusi mengatasi PKL yang ada di Kota Depok, selama itu pula permasalahan PKL akan selalu ada. Pol PP mengaku selalu menertibkan PKL liar. Namun, masih ada saja PKL yang nakal, sehingga kembali lagi ke jalan untuk berjualan.

“Kami selalu melakukan penertiban, tapi kami juga tidak bisa mencegah jika mereka kembali lagi,” kata Oting.

Menurutnya, harus ada grand design guna menertibkan PKL di Kota Depok. Urusan PKL adalah urusan ekonomi masyarakat sehingga perlu ditangani dengan serius. “Harus ada solusi untuk menangani maslah PKL yang ada di Kota Depok,” katanya.

Lebih lanjut, sambung dia, perlu ada kerjasama dengan dinas terkait menyediakan lahan relokasi, agar PKL tidak kembali lagi berjualan di trotoar Kota Depok. “Disdagin atau DKUM harus memberikan solusi penanganan PKL,” kata Oting.

Dia mengaku ada sebagian PKL yang baru saja ditertibkan tapi malah kembali lagi berjualan. “Banyak yang pada balik lagi, karena tidak ada solusi tempat jualan. Tapi rencananya kami akan kembali menertibkan setelah Idul Fitri,” tegas Oting. (rub)