KOMPAK : Forum Komunikasi dan Kerjasama Umat Kristiani Kota Depok (FKKUKD) saat menggelar acara buka puasa bersama, di Hotel Santika, kemarin (20/5). Foto: RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK Garakan people power yang diwacanakan terjadi pada 22 Mei mendatang mendapat penolakan. Setidaknya hal tersebut disuarakan oleh sejumlah tokoh di Kota Depok. Mereka ingin NKRI tetap bersatu. Tidak mau ada gerakan inkonstitusional.

Pimpinan Pondok Pesantren As Sa’adah, KH Mohammad Abdul Mujib mengaku menjadi salah satu pihak yangt menolak terjadinya people power. Karena gerakan ini dikhawatirkan merusakan keutuhan bangsa.

“Mari bersama-sama menjaga keutuhan bangsa,” ungkapnya kepada Radar Depok saat ditemui saat acara buka puasa bersama yang digagas Forum Komunikasi dan Kerjasama Umat Kristiani Kota Depok (FKKUKD), di Hotel Santika, kemarin (20/5).

Dirinya pun mendukung langkah TNI/Polri untuk bertindak tegas bagi pihak-pihak yang berencana merusak keutuhan bangsa. “Saya melihat pemilu sudah berjalan demokratis, jurdil, dan transparan,” tegasnya.

Ketua Pemuda Pancasila Kota Depok, Rudi Samin mengatakan hal serupa. Ia mengatakan bila memang ada pihak-pihak yang meragukan hasil pemilu, bisa lewat jalur yang sudah ada, seperti Bawaslu atau Mahkamah Konstitusi.

“Jangan mengerahkan masyarakat. Tentu saya sebagai Ketua Pemuda Pancasila sangat menyayangkan. Saya tegaskan, kalau ada anggota saya yang kedapatan ikutan (people power) maka saya akan keluarkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemuda Pancasila dibentuk sabagai penjaga NKRI. Makanya ia menolak segala kegiatan yang mengancam keutuhan bangsa. “Saya tegaskan disini, saya tolak people power,” bebernya.

Korwil FBR Depok-Bogor Raya, H Nawih mengimbau anggotanya untuk tidak terlibat dalam gerakan people power.

“Kami mengimbau pada masyarakat, baik anggota FBR maupun bukan, mari kita menolak adanya people power, kita jaga keutuhan NKRI. NKRI Harga mati,” kata Nawi.

Dan dirinya mengajak seluruh lapisan masyrakat khususnya anggota FBR untuk menciptakan suasana yang kondusif, damai dan penuh kehangatan di bulan suci Ramadan ini.

“Jangan sampai aksi Peopel Power merusak ibadah selama Ramadan ini. Ayo sama-sama kita jaga kota yang kita cintai ini,” ucapnya

Masih di lokasi yang sama, Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto mengaku pihaknya akan mengamankan setiap aktifitas masyarakat, termasuk momentum rekapitulasi tingkat nasional. Personel yang akan diterjunkan bakal disesuaikan dengan kegiatan masyarakat.

“Yang jelas polisi sudah menyiapkan personel, baik di titik aktifitas masyarakat, kemudian sentral perbelanjaan. Kami imbau kepada masyarakat untuk melakukan aktifitas yang kondusif,” tandasnya. (cky)