MULAI KONDUSIF : Tampak terlihat suasana di depan Gedung Bawaslu, Jakarta yang sudah mulai kondusif pasca kerusuhan antara petugas keamanan dan pengunjuk rasa, Kamis (23/5). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Hari ketiga pasca penetapan hasil Pemilu Presiden 2019 oleh KPU. Kamis (23/5), kondisi Jalan MH Thamrin yang selama dua hari menjadi konsentrasi masa aksi menolak keputusan KPU sudah mulai kondusif. Namun, demi menjaga kemanan dan aksi susulan, aparat Kepolisian masih memblokade Jalan Wahid Hasyim dari arah Tanah Abang, dan dari arah Taman Menteng.

Pantauan Radar Depok di lokasi puing yang sempat berserak di tengah jalan nampak sudah mulai dibersihkan opeh petugas. Dalam situasi yang sudah mulai kondusif, polisi tetap siaga menjaga keamanan di sekitar lokasi. Nampak wartawan luar dan dalam negeri juga terlihat tengah meliput kondisi terakhir pasca kerusuhan di perempatan Jalan MH Thamrin.

Kondisi yang mencekam di kawasan tersebut tergambar dari sisa-sisa bakaran yang terdapat disejumlah ruas jalan di Jakarta, seperti kawasan Petamburan, Slipi, Jalan Sabang, dan kawasan Tanah Abang.

Selain itu, nampak anggota TNI tengah berjaga-jaga dikawasan yang dianggap rawan, seperti Jalan Petamburan I, yang terdapat markas besar FPI, dan halaman Detasemen Gegana Brimob di Jalan KS Tubun.

Disamping itu, Jalan Imam Bonjol yang terdapat Kantor KPU Pusat, masih diblokade dengan beton, dan kawat berduri. Jalan Merdeka Rarat di sekitar Patung Kuda yang mengarah ke kantor Mahkamah Konstitusi juga ditutup.

Para pengendara hanya bisa melintas menuju Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan Medan Merdeka Selatan. Kedua jalan tersebut tampak ditutup dengan menggunakan cone dan water barrier berwarna jingga.

Sejumlah petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Pusat pun tampak berjaga di sekitar Patung Kuda. Petugas Sudinhub Jakarta Pusat, Sudrajat mengatakan, belum mengetahui kapan arus lalu lintas yang mengarah ke Jalan MH. Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat dibuka kembali.

“Jalan MH. Thamrin yang mengarah ke Bawaslu dan Jalan Medan Merdeka Barat yang mengarah ke istana masih ditutup, enggak tahu sampai kapan karena masih siaga satu,” katanya.

Sementara pengendara hanya bisa lurus dari Medan Merdeka Selatan ke Budi Kemuliaan atau sebaliknya.

Aksi siaga yang dilakukan Polri dan TNI di lokasi sangat beralasan. Khawatir, Sabtu 25 Mei akan ada aksi susulan.

Belum lama, Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan ada beberapa alasan yang mendasari pemberlakuan siaga satu terhadap Jakarta. Satu di antaranya ialah antisipasi serangan teroris. Status siaga satu tersebut diberlakukan mulai 21 Mei sampai dengan 25 Mei 2019.

“Satu, serangan teroris menjadi ancaman nyata. Kedua, mengnatisipasi massa jumlah besar,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Terpenting bagi Polri, kata dia, yakni kesiapan aparat keamanan dalam menjaga situasi kondusif dan menjamin keamanab dan keselamatan masyarakat. “Ketiga, yang paling penting memberikan warning kesiapsiagaan aparat demi menjamin keamanan masyarakat di Jakarta,” ujarnya.

Dedi pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait status siaga di ibu kota. Ia berharap masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

“Masyarakat tidak perku takut dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Ada jaminan keamanan TNI – Polri,” ujarnya.(sua/rub)