PEMBAHASAN: Ketua MWA UI, Saleh Husin (dua kanan) bersama Ketua Pansus Pilrek UI, Wiku B. B. Adisasmito (kanan), Rektor UI, Muhammad Anis (dua kiri) dan Wakil Rektor UI (kiri) saat sosialisasi pembukaan P3CR di Gedung Rektorat Lantai 2, Kampus UI, kemarin. Foto: SANI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Indonesia (UI) periode 2019-2024. Majelis Wali Amanat UI membuka pendaftaran Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UI (P3CRUI) mulai 22 Mei hingga 10 Juni 2019.

Ketua Pansus Pilrek UI, Wiku B. B. Adisasmito mengatakan, P3CR akan terdiri dari unsur dosen, masyarakat, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Dimana jika dijumlah sebanyak 13 orang.

Adapun syarat menjadi anggota P3CR diantaranya, berintegritas, profesional, memiliki kompetensi yang diperlukan, tidak memiliki konflik kepentingan, tidak berafiliasi dan bukan anggota partai politik, memiliki jejaring yang luas, serta berkomitmen untuk kepentingan UI.

“Siapapun boleh mencalonkan dan mendaftar untuk anggota P3CR, namun harus sesuai kualifikasi yang ditentukan. Anggota P3CR juga harus memiliki kompetensi dalam pengelolaan universitas yang mencakup Manajemen pendidikan tinggi, Manajemen sumber daya manusia, Manajemen keuangan, Kewirausahaan, Tata kelola dan Hukum,” kata Wiku kepada Radar Depok, di Gedung Rektorat Lantai 2, Kampus UI, kemarin.

Wiku menerangkan, masa pendaftaran P3CR akan dimulai 22 Mei hingga 10 Juni 2019. Seleksi P3CR oleh Pansus Pilrek, 11 – 18 Juni 2019. Penetapan Anggota P3CR oleh MWA ditetapkan 19 Juni 2019 dan pertemuan perdana P3CR dengan Pansus Pilrek yakni 21 Juni 2019.

“Bagi sivitas akademika UI dan masyarakat luas yang ingin terlibat menjadi anggota P3CR dapat mengisi Formulir Pendaftaran Calon Anggota pada laman ui.id/P3CR,” terangnya.

P3CR merupakan panitia yang dibentuk oleh MWA untuk melakukan penjaringan dan penyaringan calon Rektor UI. Pemilihan Rektor UI merupakan salah satu tugas dan kewajiban MWA UI. Dimana MWA UI periode 2019 – 2024 telah terbentuk dan disahkan terhitung sejak 26 Maret 2019 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 11566/M/KP/2019. (san)