K.H. A. Mahfudz Anwar, Ketua MUI Kota Depok
K.H. A. Mahfudz Anwar, Ketua Komisi Dakwah MUI Kota Depok

RADARDEPOK.COM – Orang mukmin yang baik tahu mana perbuatan yang mendatangkan pahala dan mana yang menghancurkan/memusnahkan pahala. Salah satu pendatang pahala adalah ibadah puasa. Bahkan puasa (Ramadan) mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Maka tidak aneh kalau di bulan Ramadan banyak orang berlomba-lomba melaksanakan puasa dan giat dalam berbagai amal baik. Karena mereka tahu apa yang dilakukan di bulan ini akan berlipat-lipat pahalanya dibanding amal di lain bulan Ramadan.

Ada yang berlama-lama duduk di masjid (i’tikaf), ada yang menambah durasi bacaan Al-Qur’an nya. Ada juga yang berlomba-lomba sedekah makanan/minuman (ifthar) buat berbuka puasa. Bahkan ada yang memperbanyak shalat tahajjud, walaupun sudah shalat teraweh -witir dengan beberapa raka’at. Ada yang 11 dan ada pula yang sampai 23 raka’at, tapi mereka masih menambah lagi dengan shalat tahajjud sebelum makan sahur. Bahkan ada beberapa orang kaya yang tiap malamĀ  jalan mencari orang-orang marginal di ujung-ujung gang, di pinggir jalan untuk diberi sedekah.

Tapi tahukah kita bahwa pahala yang kita kumpulkan dengan susah payah tersebut ternyata ada yang terhapus begitu saja tanpa kita sadari. Ada peringatan dari Rasulullah SAW. “Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak memperoleh pahala sedikit pun. Melainkan hanya lapar dan dahaga.” Artinya puasa dijalani, tapi sia-sia.

Lalu apa gerangan yang merusak pahala kita tersebut ? Antara lain adalah perbuatan atau ucapan yang tidak baik. Seperti menggunjing, memfitnah orang, berbohong dan lain-lain. Dan perbuatan itu -di zaman sekarang- banyak dilakukan melalui medsos ataupun internet. Kata-kata kotor, kata-kata yang bernada kebencian, dan kata-kata lain yang tidak senonoh, itu semua bisa menghilangkan pahala puasa.

Bahkan Allah SWT. telah menyindir dalam Al-Qur’an (Q. S. An-Nahl : 92) “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi bercerai berai kembali”. Artinya pahala yang sudah dikumpulkan, dihapus sendiri dengan ulah negatifnya. Maka berhati-hatilah menggunakan HP, jangan sampai menjadi perusak puasa kita. Wallahu a’lam. (*)