KOSONG: Kios UMKM, yang berada di kecamatan Limo, dibiarkan kosong, tak berpenghuni. Foto: RUBIAKTO/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Antusias menggunakan kios UMKM secara cuma-cuma sangat tinggi, bahkan sudah ratusan formulir diminta pengusaha UMKM asal Kota Depok. Tapi sayangnya ratusan formulir yang tersebar belum kembali.

Menurut Kasi Pemberdayaan Usaha, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM), Kota Depok, Zulkarnaen mengatakan ratusan formulir sudah diminta pengusaha UMKM, tapi hingga kini formulir tersebut belum ada yang kembali.

“Sudah banyak yang mengambil formulir, tapi belum ada yang dikembalikan,” kata Zulkarnaen.

Sementara itu, dia mengatakan saat ini memberi keringanan agar satu kios bisa ditempati lebih dari satu pedagang. Sehingga satu kios bisa diisi dengan produk milik dua atau tiga pedagang. Hal tersebut menurutnya untuk meringankan iuran tempat setiap bulannya.

“Sebelumnya satu kios hanya bisa ditempati oleh satu UMKM, tapi sekarang satu kios bisa diisi lebih dari satu UMKM agar meringankan,” kata Zul –sapaan akrab- Zulkarnaen.

Sementara itu sebelumnya, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok belum mengisi kios Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah disediakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok.

Padahal 623 kios yang sudah dibuat, sudah tersebar di toko swalayan, di setiap kecamatan di Kota Depok. Menyikapi hal tersebut, Kepala DKUM Kota Depok, Mohammad Fitriawan mengatakan pihaknya baru akan melakukan seleksi bagi UMKM yang bida memanfaatkan kios UMKM milik Kota Depok. (rub)