TEMPAT IBADAH: Guru dan tamu undangan dalam peletakan batu pertama untuk pembangunan Masjid Bina Ul'Ilmi di SMKN 2 Depok berfoto bersama. (INSERT) Kepala KCD Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Dadang Ruhiyat (dibawah) meletakan batu pertama pembangunan Masjid Bina Ul'Ilmi. Foto: PEBRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Melengkapi fasilitas infrastrukturnya, SMKN 2 Depok sedang membangun masjid di lingkungan sekolahnya. Rencananya pembangunan Masjid yang diberinama Bina Ul’Ilmi SMKN 2 Depok itu, akan memakan waktu selama setahun.

Dalam kesempatan tersebut, di peletakan baru pertama, turut dihadiri Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Dadang Ruhiyat, Pengawas Pembina SMKN 2 Depok, Waluyo, seluruh guru dan siswa SMKN 2 Depok.

Dalam kesempatan itu, Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin mengatakan, Masjid Bina Ul’Ilmi nantinya bisa dijadikan sebagai tempat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa. Jadi, bisa digunakan untuk kegiatan kajian-kajian Islami, dan salat berjamaah, termasuk Salat Jumat berjamaah.

“Memperlancar proses pembangunan, tentunya harus melibatkan banyak pihak, mulai dari siswa, guru, dan juga masyarakat sekitar,” ucapnya kepada Radar Depok.

Sementara itu, Kepala KCD Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Dadang Ruhiyat menuturkan, pembangunan Masjid Bina Ul’Ilmi merupakan sebuah kemajuan di dunia pendidikan SMKN 2 Depok. Dimana sebelumnya masjid di SMKN 2 Depok tidak representatif, karena kecil dan lokasinya di belakang sekolah. Tentunya tidak bisa menampunh siswa yang jumlahnya melebihi 1.000 anak.

“Banyak manfaat dengan adanya masjid di sekolah, bisa untuk pembentukan karakter keagamaan dan juga bisa meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan,” terangnya.

Ditempat yang sama, Ketua Pembangunan Masjid, Zuaini Mutaqien mengatakan, pembangunan Masjid Bina Ul’Ilmi ditargetkan memakan waktu setahun. Dimana, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan masjidnya mencapai sekitar Rp1,8 miliar.

“Bangunannya dua lantai, dengan luas area bangunan 18×30 meter. Pendanaannya diadakan secara bertahap, sesuai dengan kondisi keuangan pembangunan,” tuturnya. (peb)