RADARDEPOK.COM, PASIRPUTIH – Kemarin, spanduk putih bertuliskan penolakan masyarakat terhadap dum truk pengangkut tanah yang melintas di Jalan Raya Pasir Putih, kini telah tidak terpasang kembali. Sebelumnya, spanduk tersebut terpasang disisi depan kantor Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Lurah Pasir Putih, Ahmad Rifai mengatakan, penolakan warga terhadap truk pengangkut tanah yang melintas di Jalan Raya Pasir Putih, merupakan hak masyarakat. Namun, pada prinsipnya Kelurahan Pasir Putih akan berada bersama masyarakat Pasir Putih.

“Kami mengikuti keinginan terbesar masyarakat. Apabila menolak, kami mengikuti,” ujar Rifai kepada Radar Depok, kemarin.

Rifai mengungkapkan, dum truk pengangkut tanah yang melintas di Jalan Raya Pasir Putih, berasal dari penggalian tanah yang akan dijadikan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari). Dia belum mengetahui pasti, terkait penggalian dan pengangkutan tanah dari wilayah Kecamatan Cipayung atau diwilayah Pasir Putih.

Terkait pencopotan spanduk penolakan warga yang sebelumnya ada dikantor Kelurahan Pasir Putih, lanjut Rifai tidak mengetahui pasti siapa yang menanggalkan spanduk tersebut. Pihaknya sudah mengkonfirmasi kepada pegawai kelurahan, namun tidak ada yang mengetahui.

“Saya tidak mengetahui, bahkan pegawai sayapun tidak ada yang tahu,” tutup Rifai. (dic)