SIAP SIAGA: Anggota Mapolsek Bojonggede menjaga ketat area Stasiun Bojonggede untuk melakukan penyekatan massa yang hendak berangkat ke Jakarta untuk aksi 22 Mei di Gedung KPU dan Bawaslu RI, Selasa (21/5). Foto: ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Polisi Resort Kota Depok menetapkan situasi siaga 1 terkait pergerakan massa yang hendak ke Jakarta untuk mengikuti aksi 22 Mei. Sampai-sampai jajaran Polsek Bojonggede melakukan penyekatan massa di Stasiun Bojonggede dengan alat metal detektor untuk pemeriksaan barang bawaan.

Kapolsek Bojonggede, Kompol Agus Koster Sinaga mengungkapkan, penjagaan secara ketat ini akan dilaksanakan hingga 25 Mei 2019. sejumlah anggota kepolisian diterjunkan untuk menjaga kondusifitas sekaligus penyekatan di Stasiun Bojonggede.

“Anggota kita siagakan sebanyak 20 personil dipimpin Kanit Sabara  AKP Sumarno. Anggota berjaga di akses masuk Stasiun Bojonggede,” kata Kompol Agus kepada Radar Depok, kemarin.

Agus menuturkan, antusias masyarakat di Stasiun Bojonggede yang mengarah ke Jakarta belum terjadi lonjakan penumpang. Berdasarkan data yang diterima, jumlah pengguna kereta yang naik melalui Stasiun Bojonggede sekitar 5.500 penumpang.

“Jumlah ini masih dibatas normal tidak ada peningkatan,” tegasnya.

Sejumlah anggota Polsek Bojonggede memeriksa tas dan barang bawaan penumpang yang hendak naik kereta ke arah Jakarta. Pemeriksaan ini dilakukan dua tahapan yaitu penggeledahan isi barang bawaan dan ada juga yang menggunakan metal Detektor untuk pemeriksaan berbahan metal atau besi seperti senjata tajam.

“Sebagai upaya Prepentif yang telah kita lakukan berupa melakukan penggalangan ke tokoh-tokoh serta imbauan dan penggeledahan. Lalu dihimbau untuk tidak berangkat. Tapi jika tetap berangkat maka akan kita lakukan pencegahan yaitu penggedahan terhadap pembawaan senjata tajam dan benda-benda yang membahayakan,” pungkasnya. (san)