PASAR MURAH: Kementerian Perdagangan menggelar pasar murah yang dihadiri Sekjen Kemendag RI, Karyanto Suprih di halaman Pusdiklat Kemendag RI. Foto: SANI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Harga kebutuhan pokok dari awal bulan Ramadan hingga minggu ketiga selalu fluktuatif. Ada yang merangkak naik, namun ada juga yang lambat laun mulai turun.

Tetapi diperkirakan hingga H+7 Lebaran stok sembako di pasar aman. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Karyanto Suprih.

“Sampai H+7 stok sembako masih aman, tidak ada alasan kenaikan harga barang pokok di bulan Ramadan dan Idul Fitri ini. Sebab, pemerintah sudah menyediakan stok yang cukup sehingga tidak ada kelangkaan barang,” kata Karyanto saat menghadiri pasar murah di Pusdiklat Kemendag, Sawangan.

Dia menerangkan, pemerintah terus memantau dan mengontrol ketercukupan barang di setiap wilayah Indonesia. Bila ada yang surplus di suatu wilayah maka distributor diwajibkan untuk mengirim ke wilayah defisit.

Kemudian, pelaku pasar juga dikontrol melalui asosiasi bidang masing-masing untuk patuh pada ketetapan harga. Sehingga tidak ada yang mainkan harga, dengan alasan lantaran kekurangan stok barang bahan pokok.

Karyanto membenarkan bahwa pada awal Ramadan harga bawang putih sempat melambung naik hingga Rp100 ribu. Hal itu disebabkan karena pada saat itu keterbatasan stok dan belum dibukanya kran import. Sebab pada dasarnya bawang putih di Indonesia merupakan hasil import.

“Sekarang pemerintah mewajibkan kepada setiap importir untuk memproduksi bawang putih sebesar 5 persen. Sebelum import bawang putih 115 ribu ton beberapa waktu lalu, kita sudah membuat kesepakatan harga jual dengan delapan perusahaan distributor tersebut diharga Rp21-25 ribu per kilogram,” jelasnya.

Terkait pasar murah yang digelar selama dua hari sejak 20-21 Mei 2019 di Pusdiklat Kemendag RI. Karyanto menuturkan,  pasar murah ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk menekan lonjakan harga sembako selama ramadan hingga lebaran.

“Kita kerjasama dengan para pelaku usaha menjual dengan harga dibawah pasar disamping untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Setelah Depok juga akan gelar pasar murah di Ciracas dan di kantor Kemendag,” tangkasnya. (san)