PEDULI: Ketua SENTER, Wawan saat berbagi bersama anggota SENTER dalam sebuah kegiatan, beberapa waktu lalu. Foto: INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pernah hampir putus asa karena anggota komunitas Seniman Terminal (SENTER) tidak ada yang mau diajak untuk beribadah dan ngaji. Sang Ketua Komunitas Senter,Wawan akhirnya mencoba metode lain dalam membujuk para preman dan anak Punk di komunitas tersebut agar mau ikut mengaji. Lama kelamaan metode itu berhasil diterapkan.

Laporan: Indra Abertnego Siregar

 Ketua Komunitas Senter, Wawan yang tengah duduk bersila mencerirakan, dia tak mau berhenti mengubah perilaku para preman terminal, anak punk dan anak jalanan di komunitasnya. Dia percaya, walaupun dibesarkan oleh kerasnya kehidupan, masih ada nurani mereka yang terpatri di dalam kalbunya untuk menuju kebaikan.

“Saya terus mencoba segala cara agar mereka mau belajar ngaji dan kembali mengenal agama lebih dalam,” tutur Wawan kepada Radar Depok.

Setelah sekian lama mencoba, akhirnya dia menemukan salah satu cara untuk mengajak anggota Senter agar mengikuti kegiatan yang sudah diprogramkannya. Yaitu dengan metode yang disebutnya sebagai teori sebar beras.

“Sebar beras merupakan kegiatan menyiapkan makanan bagi mereka yang mau ikut pengajian. Dengan adanya makanan, dari lobang semut pun mereka akan keluar,” tuturnya.

Dia menceritakan, metode sebar berasnya dimulai dengan menraktir anggota Senter makan bakso yang kebetulan melintas di sekitaran tempat mereka nongkrong.

“Awalnya ada tukang bakso dorong lewat, saya borong baksonya. Saya bilang ke anak–anak punk, kalau mau makan bakso ikut saya ngaji, dan selesai ngaji mereka semua makan bakso,” kenang Wawan.

Kegiatan sebar beras tersebut terus berlangsung dengan menu yang bervariasi setiap harinya. Sehingga anggota komunitas tersebut mulai terbiasa dengan kegiatan mengaji dan belajar mengajar yang digagas Wawan.

“Hari berikutnya saya buatkan nasi kuning, lalu nasi uduk, dan nasi boks. Alhamdulilah mereka semua tampak senang menikmatinya,” bebernya.

Tanpa terasa, berkat metode sebar beras, anggota Senter sudah merasakan pengajian adalah kebutuhan mereka sehingga  rutin walau tanpa iming–iming makanan lagi.

“Saya juga akan memberikan hadiah kepada anggota yang bisa menghafalkan surat Arrahman, yaitu hapus tato dan membelikan mereka biola sebagai modal mengamen,” pungkasnya.(*)