KOMPAK: Tim sepak bola RSUD Kota Depok mengikuti Liga Ramadhan III 2019, di lapangan PSP Sawangan, Kelurahan/Kecamatan Sawangan, kemarin. Foto: DICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Untuk menghilangkan kejenuhan dan menyalurkan hobi karyawan, RSUD Kota Depok telah membentuk tim sepak bola sejak 2011 yakni RSUD Kota Depok FC. Sebanyak 50 pemain dari karyawan maupun keluarga karyawan ikut berlatih dan bermain sepak bola. Untuk menghilangkan kejenuhan, RSUD Kota Depok FC mengikuti turnamen disekitar lokasi RSUD Kota Depok.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Menjelang maghrib, lapangan sepak bola PSP Sawangan dipenuhi masyarakat yang menyaksikan Liga Ramadhan. Terlihat tim RSUD Kota Depok FC sedang bertanding melawan Gemilang FC. Sesekali suara riuh penonton terdengar saat kedua kesebelasan tersebut saling jual beli serangan.

Usai pertandingan, Manager tim RSUD Kota Depok FC, Riyanto mengatakan, Tim RSUD Kota Depok FC ikut berpartisipasi dalam Liga Ramadhan III yang sudah dilaksanakan sejak tiga tahun beruntun. Kegiatan tersebut bertujuan ingin memperkenalkan RSUD Kota Depok kepada masyarakat dan menjalin silahturahmi.

“Ini merupakan salah satu cara kami mendekatkan diri kepada masyarakat,” ujar Riyanto.

Pria yang pernah menjadi MOD RSUD Kota Depok, Riyanto mengungkapkan, RSUD Kota Depok FC sudah terbentuk sejak 2011. Pembentukan tim tersebut sebagai wadah mempersatukan karyawan yang memiliki hobi sepak bola dan menjalin kebersamaan serta kekompakan karyawan. Untuk mengasah kemampuan, RSUD Kota Depok FC kerap melakukan latihan seminggu dua kali yang diikuti 50 pemain.

Untuk menghilangkan kejenuhan, lanjut Riyanto RSUD Kota Depok FC kerap mengikuti turnamen untuk mengetahui kemampuan karyawan sekaligus sebagai ajang sosialisasi dan promosi RSUD Kota Depok kepada masyarakat. Namun dirinya belum ingin lebih jauh mengikuti turnamen bergengsi lainnya, hal itu dikarenakan RSUD Kota Depok FC ingin secara perlahan menjadi tim yang solid sekaligus memperkenalkan RSUD Kota Depok lebih dalam kepada masyarakat.

“Kami ingin pemain berasal dari karyawan maupun keluarga karyawan bukan pemain Tarkam saat mengikuti turnamen,” tutup Riyanto. (*)