RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kepadatan penduduk di Kota Depok terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok, pada tahun 2015 jumlah penduduk di Kota Depok terdapat 2.106.100 jiwa, pada 2016 penduduk Depok meningkat menjadi 2.179.813 jiwa, dan kembali meningkat pada tahun 2017 meningkat menjadi 2.254.513 jiwa. Data tersebut diperoleh dari sebelas Kecamatan di Kota Depok.

Sementara itu, saat ini berdasarkan data yang diperoleh terdapat 4.725 warga Kota Depok yang diketahui sedang melakukan pencarian kerja, denghan jumlah 2.173 perempuan, dan 2.552 laki-laki. Jumlah tersebut tersebar di sebelas kecamatan yang ada di Kota Depok.

Staf Hubungan Masyarakat BPS Kota Depok, Hari Kurniawan mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan peningkatan jumlah penduduk di Kota Depok.

“Banyak yang menyebabkan peningkatan penduduk, selain  pertumbuhan manusia, juga karena pendatang baru yang masuk ke Kota Depok,” kata Hari Kurniawan kepada Radar Depok.

Selain itu saat ini terdapat 4.178 perusahaan besar dan 158.210 perusahaan kecil yang ada di Kota Depok, dengan 409.619 jumlah pekerja.

Kepadatan penduduk di Kota Depok semakin meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut terbukti dari data yang dimiliki BPS, ditempati 11.256 jiwa di setiap kilometer persegi.

“Selain padat, itu juga lantaran kepadatan penduduk di Kota Depok tidak merata,” kata Hari kepada Radar Depok.

Kepadatan penduduk juga disebabkan pemerataan di Kota Depok yang tidak maksimal. Seperti di Kecamatan Bojongsari dimana kepadatan hanya 6.678 jiwa per kilometer persegi. Paling lega Kecamatan Sawangan yang hanya 6.094 jiwa. “Segitu juga lega,” tukas Hari.

Berbeda dengan kawasan perkotaan. Pusat kota memang menjadi magnet bagi masyarakat untuk datang ke Kota Depok. Pusat perekonomian, dan pemerintah menjadi incaran para kaum urban untuk tinggal di Kota Depok.

Seperti Pancoranmas, yang mencapai 15.166 jiwa per kilometer persegi. Memilih Kota Depok sebagai tempat tinggal, Sukmajaya juga menjadi kecamatan terpadat di Kota Depok dengan 17.448 penduduk per kilometer persegi.

BPS Provinsi Jawa Barat baru-baru ini, yang menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Depok tahun 2018 sebesar 80,29.

Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu di angka 79,83. Dengan demikian status pembangunan manusia di Kota Depok meningkat dari status tinggi menjadi sangat tinggi.

Sementara terpisah, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Disdukcapil Kota Depok, Darmansyah mengatakan, paska libur lebaran memang selalu ada warga luar kota depok yang datang ke Depok. “Biasanya mereka ikut keluarganya dari daerah,” kata Darmansyah.

Dia mengatakan, pihaknya tidak bisa menekan jumlah warga yang masuk ke Kota Depok, namun demikian, pihaknya mengaku akan terus melakukan operasi yustisi di Kota Depok.

“Biasanya kami akan melakukan operasi yustisi, terkait data kependudukan di Kota Depok. Kami juga kerap melakukan operasi dari rumah-rumah yang terdapat orang baru, guna menekan angka kepadatan penduduk di Kota Depok.

Sementara itu, dia mengatakan jika pendatang baru telah mendapat pekerjaan di Kota Depok pihaknya akan segera mengeluarkan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT). “Kalau sudah lebih dari enam bulan kami bisa mengeluarkan SKTT,” tukas Darmansyah. (rub)