90% Tahanan Narkoba Dominan Pengguna

In Metropolis

DEKLARASI: Walikota Depok, Mohammad Idris (kanan) disaksikan Kapolres Depok, Kombes Pol Didik Sugianto (kiri) menandatangani lembaran Deklarasi Milenial Anti Narkoba dalam rangka HANI 2019, kemarin. Foto : SANI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Kota Depok saat ini menjadi surganya pengguna narkoba. Hal ini diketahui data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, saat memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2019. Tingginya angka pengguna yang mencapai 90 persen, membuat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Depok Deklarasi Milenial Anti Narkoba, kemarin.

Walikota Depok, Mohammad Idris menyebut, berdasarkan data dari BNN Kota Depok mengenai peredaran narkoba. Ditemukan sekitar 90 persen merupakan pengguna. Sedangkan untuk pengedar bukan berasal dari dalam Depok.

“Kebanyakan pengedar dari luar Depok, ada dari Lampung dan macam-macam daerah. Dan semua yang masuk penjara itu adalah pengguna bisa dicek di kepolisian dan BNN,” kata walikota usai acara puncak HANI 2019 di aula serbaguna lantai 10 Gedung Dibaleka II, kemarin.

Idris menuturkan, Pemerintah Kota Depok terus berupaya menjaga kaum milenial (remaja), supaya tidak terjerumus dengan kasus narkoba. Salah satu upayanya adalah menjaganya dengan Peraturan Daerah (Perda) Ketahanan Keluarga dan Kota Layak Anak. Peran keluarga sangat utama dalam memerangi peredaran narkoba masuk ke anak.

“Rumah tangga adalah sumber kebahagiaan dan penderitaan. Bagaimana kita menjaga anak kita sendiri. Karena dalam kasus narkoba misalnya, bukan hanya tanggung jawab pemerintah.  Keikutsertaan masyarakat sangat penting,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Depok, Rusli Lubis mengungkapkan, dari hasil penangkapan tersangka peredaran narkoba. Depok diketahui hanya sebagai tempat transaksi, perdagangan barang haram tersebut. Karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Ibukota DKI Jakarta.

“Kota Depok ini strategis. Makanya banyak transaksi narkoba ada di Depok. Sedangkan orang Depok yang terlibat dalam dunia narkotika sendiri jarang yang merupakan pengedar, 90 persennya pengguna narkoba,” ungkapnya.

Rusli mengatakan, mayoritas para pengguna yang ditangkap menggunakan narkoba jenis sabu dan ganja. Namun pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah kaum milenial yang tersangkut kasus penggunaan narkoba. Sebab, bagian Puslidatin BNN Kota Depok belum berjalan maksimal. Untuk itu pihaknya sangat mengharapkan kelanjutan dari usulan Universitas Indonesia. Untuk rencana melakukan penelitian tentang pengguna narkoba di Depok secara menyeluruh.

“Dari pengamatan kami selama ini, wilayah Pancoranmas merupakan tingkat kerawanan tertinggi akan peredaran dan penggunaan narkoba. Karena berada di tengah kota terdapat stasiun kereta api, jadi gampang sekali mereka turun kereta lalu transaksi dan naik lagi ke kereta,” terangnya.

Berdasarkan data BNN Pusat kalangan pelajar 23-25 persen di Indonesia terindikasi narkoba. Dengan begitu pihaknya menyelenggarakan deklarasi milenial anti narkoba bersama Forkopimda Depok, untuk mengajak para remaja untuk memerangi sekaligus komitmen mencegah dan memberantas narkoba di Kota Depok. (san)

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu