Beranda Politika Bawaslu Tingkatkan Kapasitas, Pergi ke Kalimantan

Bawaslu Tingkatkan Kapasitas, Pergi ke Kalimantan

0
Bawaslu Tingkatkan Kapasitas, Pergi ke Kalimantan
Foto :  Luli Barlini, Ketua Bawaslu Kota Depok

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bawaslu Kota Depok terus mempersiapkan diri dan meningkatkan kapasitas guna menghadapi Pilkada Kota Depok yang tahapannya akan dimulai September 2019. salah satunya, adalah mengikuti sosialisasi peningkatan kapasitas di Balikpapan, Kalimantan Timur bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Laporan : Ricky Juliansyah

Kepada Radar Depok, Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini mengungkapkan, pihaknya mengikuti sosialisasi Indentifikasi Temuan BPK dan Persiapan Audit Tematik Pengawasan Internal Tahun 2019 Pengawasan Internal dan Tata Laksana di Balikpapan.

“Sosialisasi ini mengundang Pemeritnah Jabar dan se-Kalimantan serta seluruh ketua Bawaslu Kabupaten/kota se-Jabar dan Kalimantan,” kata Luli, Jumat (21/6).

Pada kesempatan tersebut, sambung Luli, ada beberapa yang ditekankan, pertama terkait raihan opini pengelolaan keuangan dengan predikat pada Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), jadi untuk mengawal WTP yang sudah didapat Bawaslu.

Diketahui, Bawaslu berhasil meraih opini pengelolaan keuangan dengan predikat WTP dari tahun 2019 atas laporan keuangan tahun 2018. Raihan predikat WTP dari BPK ini bisa dipertahankan Bawaslu selama empat tahun berturut-turut.

“Bawaslu sudah mendapat opini WTP dari BPK sebanyak 5 kali berturut-turut,” katanya.

Ia menjelaskan, Bawaslu telah memperbaharui Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) kelembagaan. Sehingga, Bawaslu harus siap mengelola keuangan secara akuntabel dan terbuka.

“Apalagi Bawaslu dengan SOTK baru menuntut pengelolaan keuangan negara yang akuntabel dan transparan,”terangnya.

Sehingga, Luli berharap, prestasi mempertahankan WTP selama empat tahun berturut-turut menjadi motivasi dalam pengelolaan keuangan Bawaslu, khususnya di jajaran Bawaslu Kota Depok.

“Semoga WTP tahun akan memberi motivasi jajaran Bawaslu dalam pengelolaan keuangan harus selalu lebih baik,” katanya.

Kemudian, Luli melanjutkan, sosialisasi tersebut dilakukan untuk peningkatan kapasitas kepada Bawaslu yang akan kabupaten/kota-nya akan menggelar Pilkada pada 2020.

“Sedangkan, yang tidak ada Pilkada di 2020, Bawaslu tetap melakukan pendalaman dalam beberapa hal. Sehingga, dapat selangkah lebih maju dari KPU,” pungkasnya. (cky)