Beranda Metropolis BPJS Kesehatan Kembangkan Sistem Finger Print

BPJS Kesehatan Kembangkan Sistem Finger Print

0
BPJS Kesehatan Kembangkan Sistem Finger Print
Irfan Qadarusman, Kepala BPJS Cabang Depok

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Penjamin Kesejahteraan Sosial (BPJS) Kesehatan terus mengoptimalkan bentuk pelayanan di rumah sakit untuk peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dengan memanfaatkan sistem teknologi yang semakin canggih, BPJS mengembangkan sistem finger print bagi peserta JKN-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Irfan Qadarusman mengatakan, pengembangan sistem finger print bertujuan mempermudah proses pendaftaran pelayanan di rumah sakit. Dengan adanya sistem baru ini maka proses administrasi di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) menjadi semakin akurat.

“Adanya sistem finger print akan berdampak pada eligibilitas peserta yang memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Eligibilitas tersebut perlu dipastikan untuk mencegah penggunaan hak jaminan kesehatan oleh orang yang tidak berhak melalui dukungan otentifikasi menggunakan sistem finger print. Jadi data hasil pelayanan yang diperoleh juga menjadi lebih akurat,” kata Irfan kepada Radar Depok.

Dia menerangkan, implementasi program JKN-KIS telah menginjak di usia kelima tahun. Diusia ini BPJS lebih fokus pada inovasi pelayanan berbasis digital. Keberadaan sistem finger print ini tidak lepas dari kerjasama yang dibangun dengan Kementerian Dalam Negeri. Selain untuk menghindari penyalahgunaan kartu, tujuan layanan finger print juga diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam percepatan kepemilikan NIK dan e-KTP.

“Jadi kedepannya diharapkan semuanya dapat memiliki single identity number untuk setiap kepentingan nasional, termasuk jaminan kesehatan,” terangnya.

Pelaksanaan sistem finger print dibagi atas empat tahap. Tahapan pertama untuk pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik (IRM), Mata (MAT) dan Jantung (Jan) yang diimplementasikan mulai 1 Mei 2019. Tahap kedua yaitu pelayanan rawat inap yang direncanakan akan diimplementasikan mulai 1 Agustus 2019.

Tahap ketiga yaitu pelayanan Penyakit Dalam (INT), Anak (ANA), Bedah (BED) dan Obstetri Ginekologi (OBG) yang direncanakan akan diimplementasikan mulai 1 Oktober. Tahap terakhir yaitu seluruh pelayanan rawat jalan yang direncanakan akan diimplementasikan mulai 1 Desember 2019.

“Dengan dikembangkannya sistem finger print untuk pelayanan di FKRTL semoga dapat berdampak terhadap optimalnya penyelenggaraan Program JKN-KIS. Mari kita semua mendukung suksesnya penyelenggaran Program JKN-KIS ini, sehingga program ini dapat terus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,” pungkas Irfan. (san)