Beranda Politika Diprediksi Bakal Menarik, hingga Kalkulasi Politik

Diprediksi Bakal Menarik, hingga Kalkulasi Politik

0
Diprediksi Bakal Menarik, hingga Kalkulasi Politik
FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) menilai, kontestasi perebutan kursi Walikota dan Wakil Walikota Depok pada Pilkada 2020 akan berlangsung menarik. Pasalnya, kota berjuluk Sejuta Maulid itu bersentuhan langsung dengan DKI Jakarta dan sebagai kota yang sedang berbenah dan menata.

Laporan : Ricky Juliansyah

Kendati tahapan Pilkada Kota Depok baru akan dimulai September 2019. Namun, hingar bingar kontestasi pesta demokrasi di kota yang berjuluk Sejuta Maulid ini sudah dirasakan pasca Idul Fitri 1440 Hijriah.

Tak jarang, sebagian masyarakat yang mengerti dunia politik atau pun tidak paham sama sekali ikut-ikutan berkomentar hingga memasang-masangkan figur kandidat Paslon Walikota dan Wakil Walikota Depok yang akan ikut kontes lima tahunan tersebut.

Kepada Radar Depok, Direktur DEEP, Yusfitriadi mengatakan, sebagai kota yang berdekatan dengan Ibukota dan daerah yang sedang berbenah, tentu akan banyak program penataan kota dalam berbagai aspek yang mejadi mega proyek di Kota Depok.

Selain itu, sambung pria yang akrab disapa kang Yus ini,  kondisi masyarakat yang kritis dan terdidik juga menjadikan Kota Depok ditempati lembaga-lembaga pendidikan yang cukup banyak. Karena itu, calon Walikota Depok yang akan memimpin harus mempunyai prespektif yang luas dan mempunyai ketajaman analisis yang matang salam membangun dan mengembangkan kota.

“Karena bukan hanya urusan infrastruktur. Namun, penguatan mentalitas, karakter dan budaya harus menjadi fokus siapapun Walikota terpilih,” kata kang Yus, Kamis (20/6).

Terkait dinamika politik menjelang Pilkada yang tahapannya akan dimulai September tahun ini, kang Yus melihat momentum politik ini merupakan momentum untuk munculnya tokoh-tokoh muda yang mempunyai niat baik untuk membangun dan mengembangkan Kota Depok menjadi kota yang modern dan berkarakter.

Kemudian, ia menilai, lebih banyak kontestan yang maju pada PIlkada akan lebih baik bagi masyarakat, karena diberikan alternatif untuk memilih pemimpinnya selama lima tahun kedepan.

“Tentu, masyarakat akan mampu melihat bagaimana perjalanan kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota saat ini, yang konon akan kembali mencalonkan pada Pilkada 2020,” ujarnya.

Menurut kang Yus, masyarakat saat ini sudah cerdas dalam menentukan pilihan. Sehingga,  masyarakat akan kembali memilih mereka jika selama kepemimpinan mereka sangat dekat dengan masyarakat, mempunyai gagasan dan terobosan yang konstruktif dan progressif serta bersih dalam tatakelola pemerintahan kota.

“Begitupun sebaliknya, masyarakat tidak segan akan menghukum calon incumbent denga cara tidak memilihnya kembali, ketika semasa memimpin mereka meninggalkan rakyatnya bahkan cenderung tidak bertanggungjawab dalam menatakelola pemerintahannya,” tuturnya.

Terkait dengan isu akan terjadinya matahari kembar menjelang Pilkada, lantaran isu yang beredar para petahan akan mencari kendaraan untuk mengusungnya, ia melihatnya itu sesuatu yang biasa terjadi di tubuh petahana. Karena, selain mereka berdua yang merasakan “hidup bareng” dalam memimpin satu periode, juga akan sangat dipengaruhi oleh faktir psikologis keinginan berkuasa.

“Hanya tinggal kalkulasi politik siapa yang akan diuntungkan dan siapa yang akan dirugikan secara politik. Namun, bagi masyarakat tidak terlalu penting bercerai atau tidak, bagi maayarakat yang penting pelayanan masyarakat tidak terganggu dengan munculnya matahari kembar tersebut. Tetapi, bagi saya lebih banyak konteatan yang mengikuti kontenstasi akan lebih baik sebagai bentuk pendidikan politik bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)