Beranda Utama Disdik Jabar Evaluasi PPDB

Disdik Jabar Evaluasi PPDB

0
Disdik Jabar Evaluasi PPDB
LEBIH TERTIB : Sejumlah siswa dan orang tua murid antre saat akan mengikuti pendaftaran PPDB di SMAN 1 Depok, Kecamatan Pancoranmas, Selasa (18/6). Insert : Sekda Kota Depok Hardiono didampingi Anggota DPRD Depok Farida Rachmawati berbincang dengan Kepala SMAN 1 Depok, Supyana. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Semrawutnya pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Kota Depok, jadi sorotan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar). Demi kelancaran selama PPDB, Disdik akan mengevaluasi proses pendaftaran setiap harinya dalam sepekan ini.

“Iya akan kami evaluasi tiap hari selama pendaftaran PPDB. Sebenarnya kami sudah ada standar operasional prosedur (SOP), tapi di hari pertama memang sangat membludak,” ujar Kepala Disdik Jabar, Dewi Sartika hanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, SMAN 1 Depok pun tidak mengira PPDB pada tahun ini akan jauh meningkat pesat, dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut pula yang membuat pihak sekolah kewalahan, menghadapi lonjakan pendaftar. “SMAN 1 Depok lihat data tahun lalu itu angkanya hanya 600 pendaftar. Tapi sekarang sampai 2.000-an lebih pendaftar. Akhirnya pihak sekolah tidak siap pada hari pertama,” tuturnya.

Proses PPDB, sambungnya tidak begitu berpengaruh pada siapa yang paling cepat mendaftarkan diri dalam PPDB. Kendati, dalam Permendikbud No.51/2018 pasal 29 ayat (2) : Jika jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sama, maka yang diprioritaskan adalah peserta didik yang mendaftar lebih awal. “Tetapi itu menjadi berlebihan, ketika orangtua menyatakan, yang duluan mendaftar yang akan diterima. Padahal kan itu sistem yang nanti akan melihat jarak terdekatnya. Bukan soal dulu-duluan,” tegasnya.

Pada hari kedua, kata Dewi sudah berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SMAN 1 Depok dan Kepala Cabang Dinas (KCD) Depok, untuk mengantisipasi hal serupa tidak terjadi kembali. Pihak sekolah akan mendirikan tenda, agar para pendaftar tetap nyaman saat mengantre. Sedangkan untuk mengurangi antrean yang membludak, dia juga sudah menginstruksikan kepada pihak sekolah, agar diberikan nomer antrean. Ini supaya bagi pendaftar yang tidak bisa melakukan registrasi karena jam operasional sudah selesai. Pada hari berikutnya, tidak perlu lagi mengantre.

Selain itu, lanjut Kadisdik upaya penambahan sumber daya manusia juga menjadi opsi untuk memangkas panjang-lama antrean. Penambahan SDM akan disesuaikan dengan jumlah pendaftar. Jika pendaftarnya cukup banyak tentu para SDM akan ditambah. “Termasuk meja-meja pemberi informasi, titik koordinat, verifikasi, dan input itu harus ditambah apabila pendaftarnya banyak. Opsi ini bagi semua SMAN dan SMKN di Depok,” ujarnya.

Dewi tidak menampik adanya kesemrawutan pada hari pertama pendaftaran PPDB berbasis zonasi, untuk Provinsi Jawa Barat. Tapi, secara keseluruhan pelaksanaan PPDB relatif terkendali. “Karena kami juga sudah punya SOP dan persiapan-persiapan. Banyaknya pendaftar karena adanya miss komunikasi bagi orangtua siswa terkait aturan,” bebernya.

Di hari kedua kemarin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Hardiono mengunjungi SMA Negeri 1 Depok. Dia mengaku, mendapat informasi terkait membludaknya pendaftar dari media massa dan media sosial. Pemerintah Kota Depok yang bukan penanggung jawab PPDB 2019 jenjang SMA/SMK, tapi akan turut melakukan evaluasi dalam peningkatan pelayanan.

“Pertama sinkronisasi yang bagus selama ini antara Disdik Depok dan Jawa Barat untuk terus ditingkatkan. Dan masukan masyarakat diterima menjadi bahan evaluasi demi peningatan pelayanan publik. Karena pendidikan ini wajib dan merupakan pelayanan dasar. Oleh karena itu kewajiban pemerintah provinsi, kabupaten dan kota harus ada perbaikan,” ungkap Hardiono.

Hardiono menerangkan, antrean panjang dalam PPDB tahun ini terjadi karena animo masyarakat yang tinggi. Serta dibumbui kesalahpahaman di masyarakat. Dimana kesalahpahaman ini terjadi saat munculnya rumor pendaftar pertama yang datang duluan akan mendapat prioritas diterima.

“Padahal enggak ada yang bikin pengumuman begitu. Itu hanya berita hoaks saja. Sedangkan pendaftaran dibuka sampai 29 Juni ini masih lama, kenapa harus berbondong-bondong,” terangnya.

Lebih lanjut, Hardiono mengemukakan pantia PPDB di tiap sekolah sudah melakukan sosialisasi dan menyampaikan cara daftar. Hanya dia mengimbau, agar dipasang spanduk yang besar terkait mekanisme pendaftaran agar dipahami orangtua calon siswa.

“Nanti PPDB SMP dan SMA Negeri sekarang ini kami harap pasang spanduk informasi soal mekanisme pendaftaran besar-besar, supaya paham dan jelas,” tegas Hardiono.

Pantauan Radar Depok di hari kedua PPDB jenjang SMA/SMK Negeri di Kota Depok terpantau lebih teratur dibanding hari pertama. Hampir di seluruh sekolah, orangtua calon siswa membentuk antrean dengan tertib.

Seperti suasana yang terlihat di SMA Negeri 2 Depok, Jalan Gede Raya, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya. Walaupun antrean sudah megular sejak pukul 05:00 WIB pagi, tetapi para orangtua setia berdiri menunggu giliran pengumpulan berkas di ruangan yang telah disediakan.

Humas SMAN 2 Depok, Haryanto mengatakan, mekanisme pendaftaran PPDB disini sesuai dengan prosedur yang ada pada petunjuk teknis (juknis) yakni dimulai pukul 08:00-15:00. Karena membludaknya pendaftar, pihak sekolah memberlakukan penyerahan berkas terlebih dahulu, kemudian berkas tersebut dapat diambil pada hari berikutnya.

“Jadi kalau datangnya hari ini mereka taro berkas dulu besok kembali lagi untuk mengambil berkas yang telah terverifikasi (input) oleh petugas,” kata Haryanto kepada Radar Depok.

Hary bersyukur antrean hari ini (kemarin) tidak terlalu padat seperti hari pertama berkat mekanisme yang telah diberlakukan tersebut. Dimana setiap harinya berkas yang masuk di meja petugas hampir mendekati 350 berkas.

“Di hari pertama kami melayani orangtua siswa sampai jam 10 malam, karena kami tidak bisa memberhentikan keinginan mereka yang mendesak itu. Alhamdulillah hari ini sudah kondusif,” ujar Hary.

Pemandangan yang sama terjadi di SMA Negeri 1 Depok. Pada hari pertama di sekolah itu sangat membludak calon pendaftar, sampai-sampai dipulangkan oleh pihak sekolah karena sudah tidak dapat menampung jumlah pendaftar pada hari itu.

Pantauan Radar Depok di lokasi, para orangtua juga membentuk antrean kurang lebih sepanjang 100 meter dengan empat barisan kesamping. Tindakan terpuji yang diinisiasi oleh orangtua siswa ini turut mendapat apreasi dari pihak sekolah.

“Sangat bersyukur karena suasana sudah lebih membaik dibanding kemarin (Senin). Dengan begini kami pun berterima kasih karena PPDB hari kedua berjalan lancar,” terang Kepala SMAN 1 Depok, Supyana.(san/hmi)