Beranda Politika Gerindra Tidak Sekedar jadi Kontestan Pilkada

Gerindra Tidak Sekedar jadi Kontestan Pilkada

0
Gerindra Tidak Sekedar jadi Kontestan Pilkada
BUDAYA : Ketua Harian DPC Partai Gerindra Kota Depok, Jamaludin (kedua dari kanan) bersama Ketua Dewan Pembina DPC Partai Gerindra Depok, Nuroji (kedua dari kiri) dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Mohamad HB (kanan) saat pentas budaya lenong di perayaan satu dasawarsa Partai Gerindra di depan Kantor DPC Partai Gerindra, Ruko Arcade, Jalan Boulevard GDC, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mengikuti hajatan Pilkada Depok 2020. Partai Gerindra tidak sekedar menjadi kontestan. Namun, ingin menjadi pemenang pada perebutan kursi Walikota dan Wakil Walikota di Kota Sejuta Maulid. Hal tersebut disampaikan Ketua Harian DPC Partai Gerindra Kota Depok, Jamaludin, Senin (17/6).

“Bukan perkara mencalonkan saja, kalau mencalonkan kami sudah cukup kursi, tinggal siapkan calon dua dari Gerindra jadi. Tapi, bukan sekedar berpartisipasi, kami ingin menang,” kata Jamaludin kepada Radar Depok.

Pria yang akrab disapa Jamal ini melanjutkan, tentunya jika ingin menang, Gerindra harus punya strategi dan diputuskan mana yang terbaik. Selain itu, bukan persoalan siapa calon walikota dan calon wakil walikotanya.

“Terkait berpasangan dengan siapa, Gerindra harus menang. Intinya, Gerindra yang baru 11 tahun berdiri, harus memanfaatkan kadernya untuk duduk kembali di eksekutif, kan legislatifnya sudah nih. Kalau seperti itu kan harus menang. Strateginya apa, ya melihat dulu keadaan teman-teman partai lain, terutama PKS. Saya yakin PKS akan melihat kita juga,” terang Jamal.

Namun, persoalan di kota itu, Jamal menjelaskan, tetap keputusannya berada di DPP. Jika berbicara konteks nasional, hubungan Prabowo Subianto dengan PKS sangat erat.

“Artinya PKS konsisten dan setia mendampingi pak Prabowo, tidak pernah membuat statement yang aneh-aneh di koalisi. Itu menjadi pertimbangan dan nilai plus juga di DPP. Makanya, DPC sebatas melaporkan saja. Keputusan kami, pada rapat 26 Mei kemarin, Gerindra tetap mengajukan bang Pradi yang diajukan,” ucapnya.

Jamal mengungkapkan, terkait lobi-lobi politik dengan Parpol lain di Kota Depok, hingga saat ini DPC Partai Gerindra belum melakukan. Namun, untuk lobi tidak resmi, pihaknya atau dewan di DPRD Kota Depok sudah melakukan.

“Istilahnya pembicaraan antar di parlemen atau antar dewan. Namun, secara resmi, misalnya rapat Gerindra bertemu dengan partai A atau partai B, belum. Kalau by Phone atau lebaran silaturahmi dan bincang-bincang sedikit bagaimana kedepannya, itu sudah kami mulai. Tetap akan kami lakukan itu, cuma belum mulai saja,” paparnya.

Hal tersebut, sambung Jamal, akan dilakukan setelah pelantikan anggota DPRD Kota Depok pada 3 September mendatang dengan membentuk tim dari DPC untuk berkomunikasi dengan Parpol lain.

“Insya Allah nanti dibentuk tim untuk komunikasi, tinggal menunggu dari pak Nuroji dan bang Pradi  saja. Biasanya keputusannya dari mereka, keputusannya seperti apa, nanti kita rapat dan membentuk tim,” imbuhnya.

Jamal mengakui, saat ini kisi-kisi mengenai Pilkada sudah ramai. Ia menganggap hal tersebut wajar, karena untuk meramaikan jelang pesta demokrasi dalam menentukan Walikota dan Wakil Walikota periode selanjutnya.

“Kalau tidak begitukan tidak ramai, yang ini berpendapat begini, yang ini begitu, tidak apa. Demokrasi memang harus begitu,” ujarnya.

Dari situ, lanjut Jamal, pihaknya dapat memonitor di lapangan dan media sosial bagaimana reaksi masyarakat serta partai dan pendapat LSM, ormas dan aktivis.

“Yang jelas banyak sekali masukan atau godaan-godaan untuk maju sendiri. Itu wajar saja,” pungkas Jamal. (cky)