Beranda Politika Imam Turidi : Sistem Zonasi Perlu Perbaikan

Imam Turidi : Sistem Zonasi Perlu Perbaikan

0
Imam Turidi : Sistem Zonasi Perlu Perbaikan
Imam Turidi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Polemik sistem zonasi yang terjadi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 membuat seluruh orangtua dan calon siswa resah. Hal ini mendapat respon oleh Anggota Legislatif terpilih di Dapil 2 dari PDI Perjuangan, Imam Turidi.

Menurutnya, pemerintah membuat sistem zonasi tentu ada beberapa kajian dan pasti ada manfaatnya. Terlebih, jika tataran pelaksananya mengimplementasikan aturan tersebut dengan baik dan ditunjang dengan fasilitas yang memadai.

“Tujuan zonasi baik, walaupun ada sisi lemahnya. Implementasinya saja yang belum siap dan perlu diperbaiki,” kata Imam Turidi kepada Radar Depok, Jumat (21/6).

Ia melanjutkan, carut marut yang terjadi saat ini lantaran kurangnya persiapan dan kesiapan SDM serta Sarpras dari dinas untuk menerapkan sistem zonasi tersebut.

“Yang ujung-ujungnya saling lempar kewenangan. Memang ini kewenangan di provinsi, tapi harusnya bisa bersinergi dan berkomunikasi dari tataran kota maupun provinsi,” terangnya.

Ia berharap seluruh pihak terkait dapat lebih optimal lagi memberikan pelayanan. Terlebih, pendidikan merupakan salah satu pelayanan dasar bagi masyarakat. Sehingga, tiap pelaksanaan PPDB dapat lebih tertib dan masyarakat merasa terlayani dengan baik.

“Semoga bisa di minimalisir carut marut ini dengan jauh jauh hari diagendakan dan disiapkan demi melayani anak didik kita sebagai penerus bangsa ini. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengatasi ini,” ujar Imam Turidi.

Untuk itu, ia mendorong agar Pemprov Jabar dapat menambah fasilitas gedung sekolah yang di Depok saat ini masih minim, terutama jenjang pendidikan tingkat menengah atas negeri. Serta, serius memberikan pelayanan kepada masyarakatnya di bidang pendidikan.

Kemudian, Imam Turidi menambahkan, SDM dan sarpras lebih dipersiapkan jauh hari agar dapat maksimal dalam melayani dan meminimalisir carut marut ini yang menjadi agenda tahunan ini.

“Kasihan mereka yang tidak tertampung di sekolah negeri dan harus melanjutkan di swasta yang tentu dari segi biaya akan berat dirasakan orang tua yang kurang beruntung ekonominya. Jadi menambah atau membangun sekolah negeri menjadi hal yang utama,” tutupnya. (cky)