Kejaksaan Garap Pungli Pasar Cisalak

In Utama

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Korps Adhyaksa Kota Depok diam-diam sedang menggarap dugaan pungutan liar (Pungli), di seputar Pasar Cisalak, Cimanggis Depok. Tak main-main, perputaran pungli di tempat pembuangan sampah, parkir, serta pungli pedagang di luar  Pasar Cisalak bernilai total ratusan juta rupiah.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Sufari menegaskan, saat ini mulai mendalami kasus dugaan pungutan liar Pasar Cisalak. Dilokasi tersebut seperti  tempat pembuangan sampah, parkir, serta pungli pedagang diduga bernilai ratusan juta rupiah.

Jaksa, kata dia sudah melakukan pengumpulan data dengan meminta keterangan dari 4 pejabat, serta 10 staf dan pegawai kontrak. “Kami meminta keterangan dari empat pejabat dilingkungan Pemkot Depok. Ini merupakan tahapan pengumpulan data, bahan, dan keterangan,” tegas Sufari kepada Harian Radar Depok, Kamis (20/6).

Menimpali hal ini, Kepala UPT Pasar Cisalak, Sutisna mengaku, benar telah dimintai keterangan oleh Jaksa terkait dugaan pungli, pengelolaan sampah di TPS Pasar Cisalak. Meski demikian pihaknya mengaku, sudah tidak lagi mengelola TPS Pasar Cisalak.

“Kami sudah tidak mengelola. Tugas kami hanya mengumpulkan sampah yang berada di Gedung Pasar Cisalak dan membuangnya di TPS. Dari TPS diambil petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk selanjutnya di buang ke TPA Cipayung” kata Sutisna.

TPS Pasar Cisalak, sambungnya tidak hanya menampung sampah dari pasar Cisalak, tapi juga milik warga, dan pedagang yang berjualan di sisi Pasar Cisalak. Mereka juga buang kesana. Disana ada yang mengelola. “Tapi pastinya kurang tahu, bagaimana sistem pembayarannya,” jelas Sutisna.

Sementara, sambungnya terkait parkiran dan pedagang yang diduga ada pungli ada bagian luar gedung Pasar Cisalak. Kalau di dalam gedung sudah jelas ada restribusinya sesuai dengan aturan Perda. “Saya gak tau kalau yanmg dilaur gedung. Kalau di dalam gedung sudah jelas ada restribusinya sesuai Perda,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok, Iyay Gumilar mengatakan, tugas DLHK sudah jelas, hanya mengangkut sampah dari pasar ke TPA Cipayung. Pihaknya mengaku, sama sekali tidak terlibat dalam pengelolaan sampah di lingkungan, dia bekerja sesuai tupoksi. “Saya hanya ambil sampah dari TPS, dipindahkan ke TPA, tidak ada biasa apapun, kami di gaji pemda,” tegas Iyay.(rub)

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu