Beranda Metropolis Kerja Keras dan Doa, Wujudkan Impian

Kerja Keras dan Doa, Wujudkan Impian

0
Kerja Keras dan Doa, Wujudkan Impian
SALING MENDUKUNG : Para anggota PNBC sedang berfoto bersama di sebuah tempat wisata di Bogor. Foto : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM-Meski masih seumur jagung, Paguyuban Punguan Naposo Bulung Cilodong (PNBC) mampu menjalankan organisasi mereka secara mandiri. Bahkan mereka mampu membuat suatu kegiatan yang mengeluarkan biaya tak sedikit berkat usaha mereka sendiri.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR.

Satu persatu anggota PNBC berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing – masing setelah mengikuti kegiatan rapat bulanan di rumah ketua PNBC, di RT03/05, Kelurahan/Kecamatan Cilodong.

Ketua PNBC, Hewi Silitonga mengungkapkan, Desember tahun 2018 kemarin mereka bru saja membuat sebuah perhelatan akbar di komunitas mereka yaitu kegiatan Natal.

Hewi mengatakan, banyak pihak yang menyebut kegiatan itu adalah kegiatan ambisius mereka, mengingat saat itu PNBC baru beberapa bulan terbentuk dan sudah berani membuat rencana untuk membuat natal yang mengundang banyak orang.

“Tentunya biaya untuk membuat acara itu tidak sedikit, apalagi mayoritas anggota kami masih duduk di bangku sekolah menengah atas, dan sebagian besar lainya baru lulus sekolah dan belum bekerja.” Tuturnya.

Pada saat pembentukan panitia natal, mereka merinci biaya yang mereka butuhkan untuk membuat acara natal itu kurang lebih sebesar Rp25 juta, untuk keperluan sewa gedung dan konsumsi , serta sewa musik dan soundsystem.

“Kita memang punya uang kas yang dikumpulkan dari semua anggota, namun jumlahnya saat itu jauh dari kata cukup karena hanya ada sebesar Rp2 juta,” bebernya.

Namun dia percaya, segala hal dapat diatasi jika dilakukan dengan kerja keras dan berdoa. Dengan membulatkan tekat mereka mencoba mencari dana untuk mewujudkan mimpi mereka untuk membuat natal tersebut.

“Awalnya kami coba cari dana dengan menjual makanan – makanan khas batak seperit mi gomak dan godok – godok dan kami jual kepada orang–orang Batak yang ada di Kecamatan Cilodong,” ujarnya.

Menurutnya, respon orang batak cukup positif terhadap usaha mereka sebab rata- rata dagangan mereka habis terjual diborong para pembeli. “Mungkin mereka tahu kami sedang mencari dana makanya dagangan kami di borong terus,” tuturnya.

Tak cukup hanya berjualan makanan, mereka juga mencoba menjual kalender dan lagi–lagi responya positif.

“Dari hasil dagangan makanan dan kalender kami berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp9 juta lebih, tapi itu belum cukup untuk biaya membuat natal sedangkan saat itu waktu sudah memasuki November,” imbuhnya.

Dia mengakui,  para anggota PNB sempat pesimis keinginan mereka untuk membuat natal akan terwujud saat itu, sebab dana yang mereka miliki masih jauh dari kata cukup. “Untuk sewa geung saja anggaran kami belum cukup waktu itu,“ kenangnya.

Namun dewi fortuna rupanya berpihak kepada mereka, tanpa sadar usaha mereka mengundang para donatur di Kecamatan Cilodong berdatangan untuk membantu mereka sehingga akhirnya mereka mendapatkan bantuan dana dari para donatur yang mendukung mereka.

“Kita dapat tambahan dana sebesar Rp. 15 Juta dari orang – orang batak yang ada di Cilodong, wah senang sekali perasaan kami akhirnya impian kami bisa terwujud,” lanjutnya.

Pada akhirnya natal mereka terlaksana pada tanggal 16 Desember 2018 diadakan di Gereja Mahanaim, Divisi infantri 1, Kostrad Cilodong.

“Saat itu natal kami dihadiri ratusan orang yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Depok,” tutupnya. (*)