Kisah Petani Sukses Asal Depok, Syarif Syaifulloh (Habis)

In Metropolis

EDUKASI: Istri  Syarif Syaifulloh (kiri) menemani pelajar TK yang sedang belajar di Haiqal’s Garden miliknya yang berada di pekarangan rumahnya, Kota Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Foto : DOK. PRIBADI SYARIF SYARIFULLOH

Jadi Koki Kemudian Rilis Buku Dengan Dua Bahasa

Setelah sembilan tahun sukses bercocok tanam di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Syarif Syaifulloh membagikan kisahnya melalui berbagai kegiatan, mulai dari membuka pelayanan belajar di kebun hingga membuat buku untuk anak-anak.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Dari awal cerita Pak Tani asal Depok yang sukses mendulang nama di Kota Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ada yang kurang terekspos disamping mengurus kebun sayur, Syarif memiliki pekerjaan tetap. Yakni seorang Koki di Rumah Sakit Anak, CHOP The Children Hospital of Philadelphia.

Dalam sepekan, Syarif bekerja hanya dua hari. Selebihnya dia menghabiskan waktu mengurus kebun sayur organik di pekarangan rumahnya. Kebun seluas 100 meter persegi itu diberi nama Haiqal’s Garden. Nama itu diambil dari anak ketiga hasil pernikahan dirinya dengan Ummu Hani White.

Haiqal’s Garden dijadikan Syarif sebagai sarana edukasi bagi semua orang. Dari mulai anak-anak TK sampai mahasiswa perguruan tinggi dan orang tua. Baik orang Indonesia maupun penduduk setempat. Bahkan ketika kembali ke Indonesia, Syarif juga sering diminta menjadi narasumber di berbagai acara.

“Saat kembali ke Indonesia setahun sekali, saya sempatkan sebulan disini menjadi narasumber di berbagai acara tentang perkebunan. Ikhlas tanpa bayaran, Selama saya mampu, saya akan bagikan ilmu dan pengalaman saya secara cuma-cuma,” terang Syarif.

Melalui Haiqal’s Garden Syarif dan sang istri mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Amerika. Saking menariknya kebun Syarif kerap dijadikan sarana penelitian dan pembelajaran bagi pelajar Amerika mencari tahu cara bercocok tanam dengan sayuran organik khas Indonesia.

Para volunteer atau pelajar yang telah selesai menimba ilmu. Pria kelahiran Jawa Timur ini justru membayar mereka dengan sayuran organik hasil panen dari kebun miliknya. Karena sesuai dengan niatnya di awal meniti karir ini, dia ingin membagikan seluruh hasil kebunnya ke WNI dan masyarakat setempat.

“Kebun saya ini mereka jadikan sebagai tempat praktek kerja lapangan (PKL). Ada yang bekerja selama tiga jam atau lima jam. Selesai kerja mereka minta tandatangan dan nilai dari saya, jadi seperti belajar,” ujarnya.

Selain datang ke kebun langsung, Syarif juga memberikan edukasi seputar kebunnya melalui buku yang dia rilis dengan nama Haiqal’s Garden. Buku dengan dua bahasa, yakni Indonesia-Inggris itu sudah disebar untuk saranan edukasi yang diselipkan nilai-nilai pendidikan karakter didalamya.

Dengan hasil yang telah dia raih selama 19 tahun menetap di Amerika. Syarif sangat bersyukur sehingga ilmu yang dia miliki bisa kembali lagi ke Indonesia. Melalui seminar-seminar baik tingkat Kota-Internasional.

“Saya ingin pemerintah Indonesia lebih memperhatikan rakyat desa khususnya petani. Saya tidak mau mereka hanya bertani terus-terusan secara tradisional tapi harus punya perubahan mengikuti zaman yang canggih ini,” pungkas Syarif. (*)

You may also read!

perumahan sawangan elok fogiing

Perumahan Sawangan Elok Difogging : Warga Apresiasi Kuda Depok

SEMBURKAN ASAP : Anggota Kuda Depok sedang mengasapi lingkungan perumahan Sawangan Elok, di Kelurahan Duren

Read More...
XL axiata direksi baru

XL Axiata Tetapkan Susunan Direksi Baru

RUPSLB : (ki-ka) Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, Direktur &

Read More...
puskesmas cimanggis roadshow

Puskesmas Cimanggis Roadshow Gema Lawan Covid-19

SOSIALISASI : UPTD Puskesmas Cimanggis melakukan roadshow Gerakan Bersama (Gema) Lawan Covid-19, di Posyandu Bhakti,

Read More...

Mobile Sliding Menu