Beranda Politika Makin Banyak Peserta, Makin Seru

Makin Banyak Peserta, Makin Seru

0
Makin Banyak Peserta, Makin Seru
BEKERJA : Wakil Ketua DPRD Kota Depok, M. Supariyono saat dijumpai Radar Depok di ruang kerjannya di Gedung DPRD Kota Depok, Jalan Boulevard GDC, Kecamatan Cilodong. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Politikus PKS Kota Depok, M. Supariyono mengharapkan agar pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota  pada Pilkada Kota Depok lebih dari dua Paslon. Agar pesta demokrasi di kota sejuta maulid makin seru pada 2020 mendatang.

Kepada Radar Depok, Supariyono mengungkapkan, untuk tahapan Pilkada, tentunya semua partai saat ini dalam proses pematangan. Karena, di Depok paling tidak ada tiga partai yang memiliki tiket untuk mengusung Paslon sendiri, yakni PKS, PDI Perjuangan dan Gerindra.

“Bisa jadi juga nanti empat Paslon, jika partai-partai yang kursinya tidak cukup untuk mencalonkan bisa bergabung. Sehingga, bisa mencalonkan juga,” kata Supariyono kepada Radar Depok.

Ia mengungkapkan, makin banyak pesertanya tentunya Pilkada Kota Depok akan semakin seru.

“Prinsipnya begini, saya senang jika ada orang ingin menjadi pemimpin. Saya sedih, orang se-Kota Depok ini orang tidak ingin menjadi pemimpin, nanti siapa dong yang memimpin Kota Depok,” tuturnya.

Supariyono yang juga Ketua Bidang Ekonomi, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup (Ekuintek LH) DPW PKS Jabar ini menegaskan, bukan dalam arti makin banyak calonnya, nanti suara PKS bulat dan dapat memenangkan pertarungan.

“Pilkada itu lebih kepada figur yang dicalonkan. Kalau partai sudah, itu di Pileg 2019, selesai. Nah Pilkada ini lebih kepada person. Jika, partainya kuat akan tetapi sosok yang dicalonkan tidak menjual, itu juga tidak menjamin,”

Ia mencontohkan di Pilkada 2015 kemarin, dimana PDI Perjuangan memiliki 11 kursi dan mengusung calon sendiri. Tetapi, mereka kalah oleh PKS yang berkoalisi dengan Gerindra.

“Artinya, Pilkada itu korelasinya dengan suara partai itu tidak berbanding lurus. Ada memang, tapi kan ada masyarakat yang mengatakan, pokoknya saya tidak mau tahu siapa yang diusung, kalau partai itu yang usung bakal saya pilih. Ada sebagian pemilih yang tidak selalu begitu, oke yang diusungnya tidak cocokm maka saya akan pilih yang lain,” pungkasnya. (cky)