Beranda Utama Momen Lebaran Ditangkap, Besoknya Langsung Bebas

Momen Lebaran Ditangkap, Besoknya Langsung Bebas

0
Momen Lebaran Ditangkap, Besoknya Langsung Bebas
SEPI : Kondisi rumah orangtua YY tampak sepi saat dikunjungi Harian Radar Depok. Insert : YY saat ditangkap polisi. Foto : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Keluaraga tersangka pengancam pemenggalan kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan peledakan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, YY tidak bisa berbuat banyak. Saat YY ditangkap, keluarga pasrah dan menyerahkan semua proses hukum yang menjerat YY.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR, Depok

Kicauan burung Murai Batu dan Love Bird memenuhi seisi rumah itu. Di Komplek Perumahan Cimanggis Permai, Blok C2/7, RT3/14, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos. Andika Yudstira, kaka laki–laki YY (29), sedang berbaring di sebuah tikar yang digelar di ruang tengah rumah berlantai dua seorang diri.

Pria berusia ini merupakan seorang peternak burung yang meletakan seluruh burung peliharaanya di lantai bawah dan atas rumah. Diiringi kicauan burung, Andika langsung menjawab dengan koperatif dan santai.

Sambil menyuguhkan segelas air putih, dia mengatakan keluarganya tidak merasa keberatan akan penangkapan tersebut. Sebab dia yakin polisi tidak akan mengamankan adiknya jika tidak berbuat sesuatu hal yang melanggar hukum. “Kalau dia gak berbuat yang aneh – aneh, gak mungkin dia ditangkap polisi,” katanya, Senin (17/6).

Dia mengaku, tidak mengajukan upaya hukum apapun untuk membela adiknya. Bahkan, ibunya juga menyerahkan kasus itu kepada aparat yang berwajib. Ketika ditanya ihwal penangkapan adiknya, Andika tidak banyak tahu mengenai kasus yang menjerat adiknya.

Mengingat, dia tidak terlalu akrab dan jarang berbicara dengan adiknya sejak lama. “YY itu udah dari 2015 gak tinggal di sini, saya gak tau dia tinggal di mana dan kerja apa, soalnya saya gak pernah nanya-nanya sama dia,” tuturnya.

Kedatangan YY ke rumah sini, tak lain untuk berlebaran karena ibunya kebetulan datang dari Klaten kerumah tersebut untuk berlebaran. “Ibu baru dateng dari Klaten, sejak tahun lalu ibu tinggal di sana untuk urus nenek kami, jadi YY dateng ke rumah ini,” jelasnya.

Pada saat momen silaturahmi lebaran itu juga YY diringkus polisi di rumah orang tuanya itu tanpa perlawanan.

“Waktu ditangkep itu YY lagi main ke rumah ini, saya lagi di samping rumah. Gak lama ada polisi datang sembilan orang naik mobil innova. Mereka kira saya YY, saya bilang saya Andika, terus mereka bilang oh kamu yang lama kerja di Jepang yah, saya kaget darimana polisi itu tahu biodata saya,” bebernya menceritakan kronologis penangkapan YY.

Tak ada rasa khawatir atau panik saat polisi membawa YY dari rumah untuk diperiksa polisi di Mabes Polri. Bahkan, dia malah mengizinkan polisi untuk membawa adiknya. “Pas mau pergi polisi bilang, mas adiknya saya bawa yah, saya jawab bawa aja biar sembuh. Maksud saya, kalau memang adik saya ada berbuat salah biar diperbaiki,” tuturnya.

Tapi dia juga mengaku, adiknya sudah dibebaskan oleh kepolisian sehari setelah ditahan, sebab ada sebuah lembaga bantuan hukum yang menjaminnya. “YY udah gak dipenjara, istrinya hubungin saya via whatsapp, katanya suaminya udah dibebasin sehari setelah ditangkap,” tutupnya.(*)