Beranda Metropolis Musim PPDB, Toko Emas Diserbu

Musim PPDB, Toko Emas Diserbu

0
Musim PPDB, Toko Emas Diserbu
BIAYA SEKOLAH : Suasana Toko Emas Agung Jaya ITC Depok, tak sedikit orang tua menjual perhiasan emas guna melunasi biaya masuk sekolah buah hati. Jumat (21/6). Foto : ARNET/RADARDEPOK :

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Momen Pendaftaraan Peserta Didik Baru (PPDB) banyak dimanfaatkan sejumlah orang tua murid untuk menyambangi toko emas. Bukan untuk membeli, namun untuk menjual aset berharganya. Jaga-jaga bila PPDB membutuhkan biaya tak terduga.

Pantauan Radar Depok di Toko Emas Tugu Mas, di Pasar Tugu, Cimanggis, pada Jumat (21/6). Masyarakat tampak silih berganti memasuki salah satu toko emas terbesar di pasar Tersebut.

Tuti Susilo, pemilik Toko Tugu Mas mengaku, semenjak dimulainya tahun ajaran baru di tingkat SMA di Kota Depok, tokonya kerap mendapatkan konsumen yang hendak menjual kembali emasnya ke toko itu.

“Sebenarnya 10 hari pasca Lebaran, masyarakat udah banyak yang jual emasnya ke sini,” katanya.

Dia mengatakan, terlebih pada momen pendaftaran anak sekolah ini, tokonya semakin kebanjiran konsumen yang ingin menjual kembali emasnya.

“Seminggu belakangan ini dalam sehari bisa ada lima orang atau lebih yang jual emasnya, rata – rata alasannya untuk biaya masuk sekolah,” bebernya.

Lebih lanjut, sambung dua, emas–emas yang dijual kembali memiliki jenis dan karat yang berbeda. Mulai emas 18 karat hingga 22 karat.

“Kalau 18 karat harganya Rp270 ribu per gram. kalau yang 22 karat Rp470 ribu per gram,” tutupnya.

Salah seorang konsumen, Noviyanti mengaku, terpaksa menjual cincin pernikahannya untuk biaya sekolah anak yang masuk SMK swasta.

“Uang masuknya mahal, ini buat tambah-tambahan biaya. Nggak mungkin anak saya masuk sekolah negeri,” tambah Noviyanti.

Dia tak mempermasalahkan bila sampai harus menjual asetnya. Yang penting masa depan anak alasannya. “Semua orang tua pasti seperti itu. Mau semua anaknya sekolah,” tukasnya.

Terpisah, salah satu pekerja Toko Emas Agung Jaya ITC Depok, Budiman Han membeberkan, tak ada peningkatan yang drastis menjelang masuknya anak sekolah. Hanya saja memang ada perbedaan gram penjualaan dari pelanggan.

“Naik turun nggak bisa dipastikan. Kalau saya lihat semuanya stabil. Cuma memang pelanggan banyak yang menjual dan gadai dalam nilai yang tinggi,” tandasnya. (dra/arn)