Panen Dibagikan Ke WNI dan Masyarakat Amerika

In Metropolis

JADI LADANG BELAJAR: Syarif Syaifulloh bersama masyarakat Kota Philadelphia, Pensylvania, Amerika Serikat yang berkunjung ke perkebunan yang terletak dipekarangan rumahnya. Foto : DOK. PRIBADI SYARIF SYAIFULLOH

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK- Apa yang ditanam itu yang dituai. Rasanya pribahasa ini cocok untuk Syarif Syaifulloh seorang petani sukses di negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Demi modal hidup di negeri orang, dirinya banting stir dari seniman menjadi petani ‘dadakan’.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Sejak 2001 merantau ke Amerika Syarif tidak memiliki keahlian apapun selain seniman teater. Namun, keahlian itu disana tidak menjanjikan. Alhasil pria kelahiran Madiun, Jawa Timur ini harus berputar otak mencari pekerjaan. Dari mulai cuci piring di restoran, cleaning service, sampai pekerjaan serabutan lainnya.

Syarif terkenal sebagai Pak Tani-nya Kota Philadelphia, Pensylvania, Amerika Serikat. Sebutan itu diterima berkat kepiawaiannya mengubah tanah kosong di pekarangan rumahnya bak ‘Taman Surga’. Bedanya bukan terisi bunga-bunga, tapi sayuran organik khas Indonesia.

“Di kebun seluas 100 meter ini saya memiliki lima jenis tanaman sayur khas Indonesia. Di antaranya kangkung, daun bawang, tomat ceri, seledri, dan cabai keriting,” ujar Syarif.

Kelima jenis sayuran tersebut dinilai cukup langka dan mahal dipasaran. Tetapi banyak sekali Diaspora yang membutuhkan sayuran tersebut. Sehingga muncul dibenak Pak Tani ini untuk menanamkan sayuran untuk para Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Philadelphia, Amerika.

Syarif mulai menekuni dunia perkebunan sejak 2007, selama 2-3 tahun pertama mengalami kegagalan yang cukup menguras tenaga dan otaknya. Karena dia masih mendalami ilmu suhu dan tanah di kota tempatnya menetap tersebut.

Karena kegigihannya dalam mendalami ilmu baru dan melihat siuasi disana. Akhirnya Syarif menemukan kunci kesuksesannya tersebut. Tidak sampai disitu saja, kebaikan Pak Tani ini sudah dirasakan oleh hampir seluruh Diaspora dan masyarakat Amerika lainnya. Karena dia tidak menjual-belikan sayuran organik hasil kebunnya itu kepada siapapun.

“Saya tidak menjual-belikan sayuran dari kebun tetapi memberikannya dengan sukarela kepada Diaspora dan masyarakat Amerika. Ini sebagai bentuk rasa syukur dan sumbangsih kepada WNI disini untuk bisa kembali merasakan makanan asli Indonesia,” terangnya.

Karena kebaikan hatinya itu, banyak WNI dan masyarakat Amerika yang berkunjung ke rumahnya untuk belajar berkebun. (bersambung)

You may also read!

perumahan sawangan elok fogiing

Perumahan Sawangan Elok Difogging : Warga Apresiasi Kuda Depok

SEMBURKAN ASAP : Anggota Kuda Depok sedang mengasapi lingkungan perumahan Sawangan Elok, di Kelurahan Duren

Read More...
XL axiata direksi baru

XL Axiata Tetapkan Susunan Direksi Baru

RUPSLB : (ki-ka) Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, Direktur &

Read More...
puskesmas cimanggis roadshow

Puskesmas Cimanggis Roadshow Gema Lawan Covid-19

SOSIALISASI : UPTD Puskesmas Cimanggis melakukan roadshow Gerakan Bersama (Gema) Lawan Covid-19, di Posyandu Bhakti,

Read More...

Mobile Sliding Menu