PDAM Garap Jaringan Pipa Distribusi Utama

In Metropolis

KOORDINASI: Direktur Operasional PDAM Tirta Asasta, Supendi (tengah) bersama perwakilan Dinas PUPR, Dishub, Koramil, Polsek, manajer pembangunan, supervisor perencanaan, pengawas, konsultan, supervisi, dan pelaksana membahas garapan pengerjaan Jaringan Pipa Distribusi Utama (Jalan Dewi Sartika), kemarin (25/6). Foto : AGUNG/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok  saat ini sedang menggarap pengerjaan jaringan pipa distribusi utama yang melintasi Jalan Dewi Sartika. Revitalisasi ini akan berfungsi hingga Kecamatan Sawangan dan Limo.

Direktur Operasional PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Supendi menyebutkan bahwa nilai kontrak atas pekerjaan tersebut sebesar Rp6,9 miliar. Dengan agenda pelaksanaan pekerjaan sejak 12 Juni 2019 hingga 6 Februari 2020.

“Terdapat dua pipa yang dikerjakan. Pertama pipa dia 400mm sepanjang 1.947 meter, dan pipa dia 100mm sepanjang 1.923 meter. Nilai kontraknya Rp6,9 miliar, kami targetkan Februari 2020 sudah rampung,” ungkap Supendi kepada Radar Depok.

Pada rapat koordinasi tersebut, tampak hadir perwakilan dari Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Koramil, Polsek, manajer pembangunan, supervisor perencanaan, pengawas, konsultan, supervisi, serta pelaksana.

“Seluruh masukan dari berbagai pihak pada pertemuan ini akan kami bahas dan evaluasi, agar setiap pengerjaan jaringan bisa berjalan dengan baik,” ucap Supendi.

Selain fokus pada pekerjaan jaringan pipa, pihak PDAM juga menyampaikan apabila ada temuan atau laporan kebocoran pipa selain melapor ke kantor area pelayanan dan kantor wilayah pelayanan masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui media sosial, seperti facebook, twitter, email, atau pun website PDAM Tirta Asasta Kota Depok.

Pada giat tersebut perwakilan Dinas Perhubungan, Sumarna menyampaikan bahwa pada lokasi pekerjaan terdapat titik kemacetan mulai dari simpang Dewi Sartika sampai simpang Kodim, dan siap untuk berkoordinasi dan membantu meminimalisir kemacetan tersebut akibat adanya pekerjaan. Walaupun sebenarnya pada saat waktu-waktu tertentu tidak ada pekerjaan pun sudah macet.

“Kami akan maksimalkan penambahan personel di area pekerjaan pembangunan saluran air PDAM. Hal ini untuk meminimalisir wilayah tersebut dari kemacetan. Ini juga dibantu dengan perbaikan rambu lalu lintas,” terang Sumarna.

Sementara dari Dinas PUPR, Agus Sofan berharap, pelaksanaan pengerjaan pada jaringan pipa distribusi utama urugan terakhir tidak menggunakan tanah asal atau tanah semula, melainkan diupayakan menggunakan sirtu. Agar kualitas urugan bekas galian lebih bagus kualitasnya.

Selain itu diharapkan, pada saat menggali dan mengangkut tanah kendaraan pengangkutnya sudah siap mengangkut, tidak menunggu lama. Hal ini guna menghindari kemacetan di jalur tersebut ketika pengerjaan proyek galian.

“Kami khawatir bila memakai tanah lama khawatir amblas. Masukan kami pada urugan terakhir lebih baik menggunakan sirtu, kualitas urugannya cukup bagus. Dan kedalaman penggalian minimal sekitar dua meter amannya,” harap Agus.

Masukan lainnya, saat pelaksanaan perlu disiapkan juga alat pendukung galian tanah, serta tidak asal dimasukkan ke dalam karung. Para pekerja sebelum mulai penggalian bisa cek terlebih dahulu kesiapan perlengkapan, terutama K3. (gun)

You may also read!

perumahan sawangan elok fogiing

Perumahan Sawangan Elok Difogging : Warga Apresiasi Kuda Depok

SEMBURKAN ASAP : Anggota Kuda Depok sedang mengasapi lingkungan perumahan Sawangan Elok, di Kelurahan Duren

Read More...
XL axiata direksi baru

XL Axiata Tetapkan Susunan Direksi Baru

RUPSLB : (ki-ka) Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, Direktur &

Read More...
puskesmas cimanggis roadshow

Puskesmas Cimanggis Roadshow Gema Lawan Covid-19

SOSIALISASI : UPTD Puskesmas Cimanggis melakukan roadshow Gerakan Bersama (Gema) Lawan Covid-19, di Posyandu Bhakti,

Read More...

Mobile Sliding Menu