PENERAPAN DISIPLIN POSITIF DI SMA LAZUARDI

In Pendidikan

Fatima Afifa

RADARDEPOK.COM – Tahun ajaran 2018/2019 ini, SMA Lazuardi menjalankan beberapa program baru. Mulai tahun ini, kami mulai untuk lebih fokus lagi pada penerapan sekolah welas asih. Salah satunya dengan penerapan positif disiplin. Saat ini, kebanyakan dari kita sudah sangat terbiasa dengan pola disiplin lama yang lebih menekankan pada hukuman dan konsekuensi. Padahal, kedisiplinan seharusnya lahir dari diri sendiri. Untuk itu, sebaiknya kita lebih banyak melatih anak-anak untuk berfokus pada solusi dibandingkan konsekuensi. Dengan demikian, mereka akan belajar keterampilan pemecahan masalah serta menciptakan jiwa disiplin dari dalam dirinya sendiri.

Positif disiplin adalah sebuah paradigma baru, cara baru dan kebiasaan baru yang harus ada dan dibiasakan dalam diri kita. Untuk itu, kita membutuhkan banyak latihan dan pemahaman agar bisa menjalankannya. Hal ini berlaku untuk guru maupun siswa, orangtua maupun anak. Berkaitan dengan hal tersebut, selama 6 bulan kemarin, guru SMA Lazuardi mengupas buku Positive Discipline in The Classroom (Jane Nelson, Ph.D, dkk). Pembahasan buku ini kemudian dilanjutkan dalam bentuk workshop dan diskusi pada rapat kerja tengah tahun kemarin. Pada kesempatan ini, kami membahas pentingnya menjalin hubungan dengan orangtua melalui pertemuan, rencana pemberian PR yang lebih menekankan kerjasama dengan orangtua. PR seharusnya bukan dalam bentuk latihan soal, melainkan upaya memberikan fasilitas bagi orangtua untuk terlibat dalam pendidikan anak melalui projects.

Selain itu, kami juga berupaya meningkatkan kualitas pertemuan wali kelas. Pertemuan wali kelas (temu walas) adalah salah satu program SMA Lazuardi yang dilaksanakan dua minggu sekali untuk menjalin hubungan baik antara guru (utamanya wali kelas) dengan siswa yang telah dilaksanakan sejak awal berdirinya SMA Lazuardi. Pada momen ini biasanya siswa menyampaikan curhat mereka tentang permasalahan yang terjadi di kelas atau di sekolah dan upaya nereka untuk menanganinya. Pada momen ini pula biasanya wali kelas memberikan arahan serta masukan-masukan yang bermanfaat untuk siswa. Temu walas ini, ternyata juga dibahas dalam buku Positive Discipline in The Classroom sebagai satu agenda program yang baik untuk dilaksanakan. Menurut Nelsen, ada 8 Keterampilan yg perlu dimiliki guru dan siswa untuk menjalankan temu walas (dalam buku ini disebut dengan istilah class meeting). Keterampilan-keterampilan ini bukan hanya berfungsi menciptakan temu walas yg efektif namun juga mengajarkan banyak soft skills lain yg dibutuhkan siswa dalam kehidupannya. Untuk itu, pada kesempatan rapat kerja tengah tahun kemarin, kami mengadakan workshop dan diskusi keterampilan temu walas untuk kemudian dilaksanakan kembali pada jam temu walas. Keterampilan tersebut meliputi:

Mengapresiasi dan memuji orang lain.

Keterampilan ini mengajak kita untuk lebih fokus dan sensitif pada kebaikan org lain. Dengan demikian, kita tidak tercemar dari pikiran buruk mengenai orang lain, dan bisa berpikir lebih jernih.

Berkomunikasi dan menjadi pendengar yang baik

Seringkali orang merasa sudah berkomunikasi dengan baik, namun banyak diantara kita belum bisa menjadi pendengar yang baik. Pendengar yang baik adalah mendengar untuk mendengar (mendapat informasi) bukan untuk menjawab. Komunikasi yang baik juga berarti berbicara secara bergantian, menyusun kalimat lengkap utk mengungkapkan perasaan. Dengan memiliki keterampilan ini, orang lain akan lebih memahami pesan kita, begitupun kita akan lebih memahami pesan orang lain.

Menghargai Perbedaan

Seringkali kita sudah memahami bahwa manusia diciptakan berbeda-beda, memiliki keunikannya masing-masing. Namun demikian konsep ini jarang diikuti dengan sikap menghargai perbedaan, apalagi ketika perbedaan itu merupakan perbedaan pendapat atau ideologi. Sering kali kita lebih menonjolkan perbedaan yang ada dan menjadikannya sebuah masalah. Bukankah lebih indah, apabila kita menggunakan perbedaan yang ada untuk saling mengisi kekurangan satu sama lain? Itulah tujuan dari pengajaran keterampilan ini.

Berfokus pada Solusi

Pada keterampilan ini, kita akan berlatih untuk berfokus pada solusi dari masalah, dengan prinsip 3R1H (respectful, related, reasonable, helpful). Dengan demikian setiap solusi yang diusulkan bersikap membantu untuk perubahan kearah kebaikan, dan bukan sekedar hukuman.

Hasil dari rapat kerja ini, seluruh guru merasa pelaksanaan pelatihan dan penerapan positif disiplin akan sangat bermanfaat bagi kehidupan siswa nantinya. Walaupun membutuhkan waktu dan upaya yang keras dalam mengubah kebiasaan dan paradigma, namun niatan baik ini akan terus kami upayakan. . Baik di dalam maupun di luar kelas nantinya, kami akan terus berupaya untuk lebih fokus pada solusi dan sama sekali menghapus hukuman yang hanya memberikan solusi jangka pendek.

You may also read!

perumahan sawangan elok fogiing

Perumahan Sawangan Elok Difogging : Warga Apresiasi Kuda Depok

SEMBURKAN ASAP : Anggota Kuda Depok sedang mengasapi lingkungan perumahan Sawangan Elok, di Kelurahan Duren

Read More...
XL axiata direksi baru

XL Axiata Tetapkan Susunan Direksi Baru

RUPSLB : (ki-ka) Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, Direktur &

Read More...
puskesmas cimanggis roadshow

Puskesmas Cimanggis Roadshow Gema Lawan Covid-19

SOSIALISASI : UPTD Puskesmas Cimanggis melakukan roadshow Gerakan Bersama (Gema) Lawan Covid-19, di Posyandu Bhakti,

Read More...

Mobile Sliding Menu