Pertahankan Budaya dan Kesenian, Salah Satunya Rampak Bedug

In Satelit Depok

TRADISI: Camat Bojongsari, Dede Hidayat (kanan) memainkan Rampak Bedug diwilayah Kecamatan Bojongsari, kemarin. Foto : DICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK- Tidak ingin kesenian tradisional tergerus pesatnya era digitalisasi dan perkembangan elektronik, Kecamatan Bojongsari berupaya mempertahankan kesenian dan budaya tradisional. Secara bertahap Kecamatan Bojongsari melakukan pendataan dan menggalih potensi kesenian dan budaya diwilayah Kecamatan Bojongsari.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Empat buah bedug berukuran kecil dan memiliki struktur memanjang, mengeluarkan instrumental bunyi yang menarik. Empat bedug tersebut merupakan rangkaian bedug yang kerap disebut sebagai Rampak Bedug kesenian tradisional yang masih dimainkan diwilayah Kecamatan Bojongsari.

Camat Bojongsari, Dede Hidayat mengatakan, Rampak Bedug merupakan salah satu kesenian tradisional dari wilayah Banten, namun banyak dikembangkan dan dimainkan masyarakat Kecamatan Bojongsari, khususnya diwilayah Kelurahan Duren Mekar dan Kelurahan Duren Seribu.

“Kami ingin kesenian tradisional masyarakat jangan sampai punah karena perkembangan jaman,” ujar Dede.

Pria berkumis tersebut mengungkapkan, kesenian tradisional merupakan warisan leluhur yang harus dipertahankan sebagai simbol kedaulatan Bangsa Indonesia. Untuk itu, pihaknya akan terus mencari dan mendata, potensi kesenian tradisional dan budaya diwilayah Kecamatan Bojongsari untuk dipertanahkan dan dikembangkan.

Dede menuturkan, selain Rampak Bedug kesenian tradisional lainnya masih melekat dilingkungan masyarakat Kecamatan Bojongsari, salah satunya kesenian bela diri tradisional. Dia mencatat puluhan kesenian bela diri tradisional masih digunakan dan dipelajari masyarakat Bojongsari. Dari potensi yang ada, Kecamatan Bojongsari akan mendorong untuk ditampilkan dan diperkenalkan pada setiap kegiatan baik tingkat Kecamatan Bojongsari maupun Kota Depok.

“Kami tidak ingin generasi muda tidak mengetahui kesenian tradisional dan budaya bangsa Indonesia khususnya Kota Depok,” tutup Dede. (*)

You may also read!

ulama ke idris imam

Persatuan Ulama-Habaib Depok Beri Restu Idris-Imam

DEKLARASI : Dihadiri Paslon Nomor Urut 2 dan elit partai Koalisi TAS, Persatuan Ulama dan

Read More...
penghargaan naik tingkat

Sanggar Ayodya Pala : Siswa Ujian Kenaikan Tingkat Raih Penghargaan

RAIH PENGHARGAAN : Sejumlah siswa Sanggar Ayodya Pala yang telah mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat mendapatkan

Read More...
jatijajar repot urus administasi

Beredar Foto Spanduk ‘Ganti Lurah Jatijajar’

MUNDUR : Ketua RT dan RW, di lingkup RW2, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, mundur serentak

Read More...

Mobile Sliding Menu