Beranda Utama PKS dan Gerinda Malu-malu

PKS dan Gerinda Malu-malu

0
PKS dan Gerinda Malu-malu
Sekum DPD PKS Kota Depok T.M Yusufsyah Putra

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Tahapan Pemilahan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kota Depok tinggal beberapa bulan lagi, tepatnya September 2019. Partai penguasa PKS dan Gerindra kini tengah sibuk mempersiapkan diri. Pilihannya hanya ada dua, kembali berkoalisi atau pecah kongsi. Terbaru kemarin, PKS telah menjaring 10 nama dari kader internal untuk mengikuti Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira), pada 7 Juli.

“31 Mei kemarin penjaringan selesai. Sekitar 8 hingga 10 nama yang akan dibawa ke Pemira yang akan dilaksanakan 7 Juli besok,” ucap Sekum DPD PKS Kota Depok T.M Yusufsyah Putra saat menghadiri Halal Bihalal di rumah Anggota Fraksi DPRD Jabar, Imam Budi Hartono, di kawasan GDC Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Minggu (16/6).

Nantinya, kata Putra sekitar 3.000 hingga 4.000 kader partai berlambang bulan sabit kembar tersebut, akan mengikuti Pemira yang dilaksanakan di tiap DPC atau 11 kecamatan yang ada di Kota Depok. “Kader yang memiliki hak suara pada Pemira adalah mereka yang sudah terdaftar di DPC masing-masing,” ujar Putra.

Sedangkan mekanismenya, sambung Putra hampir sama dengan Pemilu. Terdapat surat suara lengkap dengan foto dan nama kader PKS yang masuk dalam penjaringan Pemira. Setelah itu, kotak tersebut dibawa ke DPP dan dihitung. “Selanjutnya dibawa ke DPW. Nilainya akan kami kirim ke DPP,” terangnya.

Menurut Putra, hasilnya tidak akan diumumkan alias dirahasiakan ke publik dan langsung dibawa ke DPW. Selanjutnya, untuk memutuskan siapa yang diusung akan dilihat beberapa pertimbangan lainnya. “Kenapa dirahasiakan, karena Depok itu tidak berwenang untuk memutuskan. Keputusan itu (Dari Pusat,red) kan kita tidak tahu. Jadi, kami hanya memberikan report saja, termasuk koalisi dan kepemimpinan yang telah berlangsung selama empat tahun,” tuturnya.

Ditanya terkait lobi-lobi dengan partai politik di Kota Depok. Putra menyatakan, secara resmi belum melakukan komunikasi dengan partai manapun untuk Pilkada yang digelar September 2020 mendatang. Namun, ia menekankan, meski memiliki 12 kursi dan dapat mengusung Paslon sendiri. Tetapi, pihaknya akan memilih opsi untuk berkoalisi.

“Opsinya bisa sendiri atau koalisi. Tapi, kami tetap akan melakukan koalisi untuk mengukuhkan suara,” katanya.

Kendati demikian, Putra kembali menegaskan, pihaknya di DPD sebatas memberikan laporan. Karena, nantinya yang akan memutuskan siapa yang diusung, seluruhnya berdasarkan pertimbangan dan keputusan pusat. “Baik berkoalisi dan penentuan Paslon yang diusung, semua di DPP, kami di tingkat kabupaten/kota tinggal menjalankan,” tegasnya.

Sementara, Partai Gerindra Kota Depok bakal mengusung kader internalnya, yaitu Pradi Supriatna untuk maju dalam Pilkada Depok 2020. “Kami sudah sepakat untuk mengusung kembali Pradi Supriatna menjadi calon walikota atau wakil walikota,” kata Ketua Harian Partai Gerindra Depok, Jamaludin.

Pradi Supriatna saat ini masih menjabat sebagai Wakil Walikota Depok yang berpasangan dengan Walikota Mohammad Idris. Pradi juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok.

Menurut Jamal, masih terbuka peluang untuk kembali berpasangan dengan Mohammad Idris pada Pilkada Depok 2020. Namun jika tidak berpasangan lagi, maka partainya telah siap. “Tentunya kami menyiapkan beberapa opsi, karena dalam politik tentunya tak lepas dari dinamika hingga detik-detik terakhir,” ujarnya.

Jamal mengatakan, partainya sudah menyiapkan beberapa tokoh-tokoh masyarakat untuk mendampingi Pradi Supriatna. Ada dari pengusaha seperti Yahman, tokoh pendidikan Acep, ada juga dari birokrat yang siap berpasangan dengan Pradi. “Sedangkan dari politisi ada sejumlah nama seperti Hendrik Tangke Alo (PDIP), Edi Sitorus (Demokrat), Hafidz (PKS), Babai Suhaimi (PKB), Conita (PPP) dan lainnya,” kata dia.

Secara informal, kata Jamal, Gerindra Depok telah melakukan penjajakan mengenai peluang untuk melakukan koalisi di Pilkada Depok 2020. “Komunikasi terus kami jalin dengan partai-partai untuk bersama-sama maju di Pilkada Depok,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna mengaku, telah melakukan rapat internal pada 26 Juni lalu terkait dengan persiapan Pilkada 2020. Namun, dia belum bisa berkomentar banyak, apakah akan maju sebagai calon walikota ataupun kembali sebagai calon wakil walikota.

“Kami belum tetapkan apakah nomor satu atau dua, yang pasti kami saat ini ingin melihat hasil yang riil. Kami lakukan kajian di lapangan dengan lembaga survei yang saat ini sedang berjalan, nah setelah itu mungin akan diputuskan,” katanya.

Ketika disinggung apakah nantinya PKS dan Gerindra akan pecah kongsi, Pradi mengaku hal itu akan diputuskan nanti, setelah melihat hasil survei.(cky/hmi/jun)