Beranda Satelit Depok PMI Bantu Buniyadi

PMI Bantu Buniyadi

0
PMI Bantu Buniyadi
AKIBAT HUJAN : Relawan PMI Kota Depok saat mengunjungi rumah Buniyadi yang runtuh akibat hujan dan angin kencang ketika ditinggal mudik. Kamis (20/6). Foto : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – PMI Kota Depok memberikan bantuan paket sembako untuk Buniyadi (60), Kamis (20/6). pasalnya, teras rumah warga Jalan Sadewa III, RT 04/18 Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya roboh diterjang angin saat ditinggal mudik.

Relawan PMI Kota Depok segera meninjau lokasi guna melakukan assesment untuk diberikan bantuan dari PMI sendiri. Relawan PMI, Wahyu Noviyanto menjelaskan setelah ini akan dibawa ke markas PMI untuk diputuskan pimpinan.

“Keputusan bantuan ada ditangan para pimpinan kami. Kita yang ke lokasi akan terus berupaya mendorong untuk dijadikan prioritas dalam mendapatkan bantuan” jelas Wahyu kepada Radar Depok.

Ia bersyukur, dari hasil assesment tersebut, PMI Kota Depok telah memberikan bantuan sembako agar konsumsi untuk Buniyadi selama proses perbaikan rumahnya.

“Bapak Buniyadi saat tinggal seorang diri dengan kondisi rumah yang kurang layak,” ucapnya.

Sementara, Ketua RT 04, Nurjaman menuturkan, pihaknya yang menginformasikan soal robohnya teras kediaman Buniyadi karena lokasi rumahnya tidak jauh dari rumah Buniyadi.

“Ya sangat dengar dan ingat betul. Malam itu sekitar jam 8an saat hujan lagi deras, nggak lama kedengaran suara ambruk. Saya keluar langsung lihat, warga juga ada yang keluar,” beber Nurjaman.

Di tempat yang sama, Buniyadi menuturkan, Jumat (8/6). ia  beserta istri dan ketiga anaknya pulang kampung ke Tasikmalaya, Jawa Barat. Belum lama tiba di Tasikmalaya, Buniyadi mendapatkan kabar bahwa kediamannya sudah roboh.

“Saya sampe tasik itu jam 5 subuh, dapet kabar jam 6 pagi. Jam 8 langsung saya kembali ke Depok buat lihat kondisi rumah,” ungkap Buniyadi kepada Radar Depok.

Buniyadi sudah 21 tahun lebih menempati rumah tersebut, Sejak saat itu, sambung dia, belum ada perbaikan sama sekali pada rumah kondisinya memang sudah tidak layak huni.

Dari pantauan di Lokasi, sejumlah kayu kaso yang menjadi penopang atap sudah kopong di makan rayap. Belum lagi sejumlah bagian dinding sudah rontok.

“Tolong diperhatikan, saya hanya kerja serabutan. Dari runtuh kemarin saya jagain rumah, anak sama istri masih di kampung. Untung masih libur sekolah,” tambah pria 60 tahun ini.

Dari sini ia berencana mencari tahu soal program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diberikan kepada rumah warga yang membutuhkan.

“Semoga bisa dibantu lewat program itu,” pungkasnya. (arn)