Beranda Metropolis Ratusan Botol Miras Gagal Edar

Ratusan Botol Miras Gagal Edar

0
Ratusan Botol Miras Gagal Edar
DIAMANKAN: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menyita puluhan kardus berisi botol miras hasil penggrebekan yang dibawa di ke Balaikota Depok, kemarin (17/6). Foto : IST FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok mengamankan 924 botol minuman keras siap edar yang disimpan dalam rumah yang berlokasi di Jalan Kali Licin, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, kemarin (17/6). Barang hasil sitaan itu kemudian diamankan di kantor Satpol PP, Balaikota Depok.

Kepala Bidang Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum Satpol PP Depok, Ahmad Oting mengungkapkan, pihaknya menyita puluhan kardus cokelat berisi hampir seribu botol miras itu dari sebuah rumah yang diduga merupakan gudang penimbun minuman keras. Rencananya botol-botol ini akan siap edar ke warung-warung kecil di sekitaran wilayan Depok.

“Modus pelaku akan mengirimnya tidak sekali banyak, tapi sama dia dibawa sedikit-sedikit misalnya 100 botol dulu,” ungkap Oting kepada Radar Depok.

Dia menuturkan, penggrebekan ini berdasarkan laporan dari masyarakat setempat yang resah dengan adanya kegiatan tersebut. Serta hasil investigasi tim deteksi dini Satpol PP yang ditindaklanjuti tim reaksi cepat.

“Awalnya kita gak nyangka ada di tempat kayak gini. Lokasinya ramai penduduk dan akses jalannya juga sempit masuk-masuk ke dalam gang gitu. Dan Alhamdulillah ternyata laporan tersebut benar adanya,” tutur Oting.

Terpisah Kepala Satpol PP Depok, Lienda Rahmanurdianny menyebut bahwa hasil tangkapan ini merupakan bukti kerja keras dan perhatian anggotanya untuk menegakkan Peraturan Daerah di Kota Depok. Sekaligus membuat masyarakat hidup nyaman dan tentram.

“Kegiatan ini memang rutin kami lakukan untuk mencerminkan kota Depok sebagai kota religius,” ujar Lienda kepada Radar Depok.

Tidak hanya sekedar penyitaan, tetapi pelaku atau pemilik barang haram tersebut akan dikenakan sanksi dengan tindak pidana ringan (tipiring) sesuai  Perda 14 nomor 16 tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

“Kita proses pemiliknya, kita lakukan penyelidikan dan akan kena Tipiring dengan hukuman pidana tiga bulan penjara atau denda Rp50 juta,” pungkas Lienda. (san)