Beranda Metropolis RSUD Tambah Stok Darah PMI

RSUD Tambah Stok Darah PMI

0
RSUD Tambah Stok Darah PMI
DONOR DARAH : Sejumlah pegawai dan warga saat melakukan donor darah di RSUD Kota Depok, Jalan Muchtar Raya, Kecamatan Sawangan, Rabu (19/6). Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebagai upaya menambah stok darah di markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok. Pegawai Negeri Sipil di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Depok diminta turut menyumbangkan sekantong darahnya. Kemarin (19/6) giliran pegawai di RSUD Depok.

Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kota Depok, Widya Astriyani mengatakan, guna menjaga kestabilan jumlah stok darah di markas PMI Depok.

Pihaknya meminta bantuan kepada Walikota melalui Kepala PMI Depok untuk mengikutsertakan para PNS di seluruh OPD dalam berpartisipasi donor darah.

“Alhamdulillah mendapat respon yang positif dari masing-masing OPD, mereka selalu mengirimkan pegawainya untuk donor darah. Kemarin saja pegawai RSUD hampir 50 orang yang mendonorkan darahnya,” kata Widya kepada Radar Depok di RSUD Depok, Jalan Raya Mochtar, Sawangan.

Dia berharap dengan bantuan penyumbangan darah dari PNS dan warga Depok lainnya, target pencapaian kestabilan jumlah stok darah di markas PMI terpenuhi. Karena tidak bisa hanya mengandalkan dari pengunjung yang datang ke markas PMI saja.

“Mudah-mudahan pasca bulan puasa ini semakin banyak lagi yang berbaik hati dan sedia mendonorkan darahnya. Karena sekantong darah yang kalian sumbang sangat bermanfaat dan berarti untuk banyak orang yang membutuhkan,” terang Widya.

Sementara itu, Humas RSUD Depok, Stya Hadi Saputra menyebutkan jumlah partisipan pendonor darah di RSUD sebanyak 57 orang. Namun tidak semuanya lolos karena berbagai hal. Hanya 35 pendonor yang berhasil mendonorkan darahnya.

Dari ke-35 pendonor pihak PMI Depok merangkum masing-masing darah yang terkumpul. Di antaranya, Golongan Darah A sembilan kantong, Golongan Darah B ada 15 kantong, Golongan Darah O ada 10 kantong, dan Golongan Darah AB sebanyak 1 kantong.

“Ada berbagai macam jenis alasan yang ditolak, seperti tensi dan Hb yang kurang baik. Yang mendonor pun alhamdulillah bukan hanya dari pegawai tetapi pengunjung rumah sakit dan petugas kepolisian setempat juga hadir untuk mendonorkan darahnya,” pungkas Hadi. (san)