Rumah Cimanggis Ternoda

In Metropolis
AWAS: Warga kerap membakar sampah di sisi selatan Rumah Cimanggis, yang bangunannya sudah runtuh. Selain itu, Rumah Cimanggis juga kerap digunakan sebagai tempat pacaran para remaja sekitar. Foto : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Kondisi Rumah Cimanggis sepertinya harus segera mendapatkan penanganan serius. Minimal penjagaannya lebih diperketat. Keladinya, Rumah Cimanggis yang berada di lingkungan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok tidak dijaga dengan ketat. Warga dengan bebas masuk di lingkungan komplek Rumah Cimanggis.

Menurut salah satu warga, Sukmajaya, Nila (20) mengaku kerap main di Rumah Cimanggis saat sore hari. “Ya sering main kesini, foto-foto untuk instagram,” kata Nila saat ditemui di Rumah Cimanggis.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Radar Depok, Rumah Cimanggis dijadikan tempat untuk pacaran remaja sekitar. Di sisi selatan Rumah Cimanggis juga kerap dijadikan tempat bakar sampah warga sekitar. Padahal, disekitar tempat pembakaran sampah terdapat puing-puing dan balok kayu sisa peninggalan Rumah Cimanggis.

Menurut Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Depok, yang berada dibawah Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Ratu Farah Diba. Pihaknya, sudah menugaskan dua orang untuk berjaga di Rumah Cimanggis.

“Pihak Disporyata tugaskan dua orang, yang satu bersih-bersih pagi dan sore, yang satu bagian jaga malam,” kata Ratu Farah Diba kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Terkait permasalahan yang ada di Rumah Cimanggis pihaknya mengaku, akan berkoordinasi dengan Disporyata. Karena perlu ada penjagaan yang lebih ketat demi menjaga keutuhan Rumah Cimanggis.

“Perlu ada penertiban, jangan sampai yang sudah dibersihkan rusak kembali karena tidak terurus. Boleh saja mengunjungi Rumah Cimanggis tapi harus memperhatikan aturan dan ketentuan, demi menjaga Rumah Cimanggis,” tegass Ratu.

Sementara itu sebelumnya, Kepala TACB Kota Depok, Titik Irsyam mengaku, tengah kerja cepat mengkaji sembilan bangunan peninggalan sejarah di Kota Depok, untuk kemudian direkomendasikan ke Pemerintah Kota Depok, untuk penetapan menjadi cagar budaya.“Iya sekarang kami lagi mengkaji sembilan bangunan diduga cagar budaya yang tersebar di 11 kecamatan,” kata Titik.

Dia menyebutkan, sembilan bangunan diduga cagar budaya tersebut di antaranya Rumah Pondok Cina, bangunan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein, Gereja Immanuel, RS Harapan Depok, Rumah Presiden Depok, Rumah Pendeta, SDN Pancoran Mas 2, tiang telepon di Jalan Kartini, dan Depo Listrik aliran atas milik PT KAI. (rub)

You may also read!

perumahan sawangan elok fogiing

Perumahan Sawangan Elok Difogging : Warga Apresiasi Kuda Depok

SEMBURKAN ASAP : Anggota Kuda Depok sedang mengasapi lingkungan perumahan Sawangan Elok, di Kelurahan Duren

Read More...
XL axiata direksi baru

XL Axiata Tetapkan Susunan Direksi Baru

RUPSLB : (ki-ka) Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, Direktur &

Read More...
puskesmas cimanggis roadshow

Puskesmas Cimanggis Roadshow Gema Lawan Covid-19

SOSIALISASI : UPTD Puskesmas Cimanggis melakukan roadshow Gerakan Bersama (Gema) Lawan Covid-19, di Posyandu Bhakti,

Read More...

Mobile Sliding Menu