Beranda Metropolis Sanca Kembang Resahkan Warga Merapi

Sanca Kembang Resahkan Warga Merapi

0
Sanca Kembang Resahkan Warga Merapi
EVAKUASI: Petugas Damkar Kota depok, saat mengevakuasi ular sanca kembang di Jalan Merapi, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya. Foto : RUBIAKTO

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mengejutkan, ular berjenis sanca kembang, sepanjang 5 meter berkeliaran bebas di lingkungan warga, tepat di selokan Jalan Merapi, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya.

Mengetahui binatang buas berkeliaran bebas, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Gandara Budiana mengatakan, pihaknya sudah mengamankan ular sanca yang sempat meresahkan warga.
“Kira-kira panjangnya lima meter, tapi sudah berhasil kami amankan, karena meresahkan warga,” kata Gandara.
Menurutnya kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00, saat itu ada warga yang melihat ada ular yang merayap di got. “Kami langsung menurunkan tujuh orang petugas untuk mengevakuasi ular tersebut,” tukas Gandara.

Terpisah, Anggota Komunitas Depok Reptil Amphibi Community (DERIC), Eka Chandra menyebutkan, banyaknya ular yang masuk ke pemukiman warga mayoritas lantaran habitat mereka sudah mulai tergusur, terlebih dengan banyaknya proses pembangunan di Kota Depok.
Menurutnya, ular bisa masuk ke dalam pemukiman warga karena mereka melakukan aktivitas, sesuai dengan nalurinya sebagai hewan.

“Mereka juga melakukan aktivitas seperti mencari makan, ganti kulit, dan bereproduksi. Secara otomatis mereka akan mencari tempat yang dirasa aman untuk bersembunyi seperti di loteng rumah, hingga gorong-gorong, bahkan ada juga yang masuk kedalam sepatu, karena ular akan mencari tempat hangat, terlebih jika banyak tikus sebagai sumber makananya,” kata Chandra.
Sementara itu, jika menghadapi ular jangan panik. Ular itu bukan hewan buas yang langsug nyerang seperti macan dan babi hutan.

“Kita sebaiknya diam saja karena dia kan buta, dan hanya mampu mendeteksi suhu yang berada ada didekatnya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, ular bisa menyerang atas dasar provokasi, yaitu gerakan secara tiba-tiba atau mengagetkan. “Kita harus tenang, dan jangan panik, karena ilar buta dan tuli,” pungkas dia. (rub)