Beranda Metropolis Seniman yang Bertani di Amerika, Miliki Lahan 100 Meter

Seniman yang Bertani di Amerika, Miliki Lahan 100 Meter

0
Seniman yang Bertani di Amerika, Miliki Lahan 100 Meter
PANEN: Petani asal Depok, Syarif Syaifulloh memperlihatkan hasil panen sayuran kebun pribadi mililknya di Kota Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Foto : DOK. Pribadi Syarif Syaifulloh

PANEN: Petani asal Depok, Syarif Syaifulloh memperlihatkan hasil panen sayuran kebun pribadi mililknya di Kota Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Foto : DOK. Pribadi Syarif Syaifulloh

RADARDEPOK.COM, DEPOK- Mendengar profesi sebagai petani bagi masyarakat Indonesia di masa kini biasanya lekat dengan kata kampungan. Atau bisa juga dinilai berpendidikan rendah, dan jauh dari kata modern. Tapi itu dipatahkan Syarif Syaifulloh, petani asal Kota Depok yang inspiratif dan kesohor di Internasional, khususnya Kota Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Siang itu salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMAN) favorit di Depok ramai sekali oleh siswa dan guru. Padahal, di hari tersebut dalam kalender pendidikan menunjukkan sekolah tidak ada aktivitas belajar mengajar.

Ternyata kedatangan mereka ke sekolah yang terletak di Jalan Bangau Raya, Depok Jaya, Pancoranmas demi menunggu seseorang. Yang tak lain dan bukan adalah Petani asal Depok yang sukses di Amerika.

Syarif Syaifulloh (50) merupakan warga Depok yang sudah 19 tahun berdomisili di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Bersama istri dan ketiga anaknya, Syarif mengubah lahan kosong di pekarangan rumahnya menjadi ladang perkebunan. Tidak serta merta sukses, banyak masalah yang dia hadapi di awal-awal merintis karir tersebut.

“Banyak rintangan yang saya hadapi di awal-awal mulai merintis perkebunan, seperti gagal panen dan kesusahan menilai tanah disana seperti apa,” kata Syarif.

Dia memiliki lahan seluas 100 meter di kanan-kiri dan belakang rumahnya. Awal mula dia terjun menjadi petani, karena keterpaksaan demi kelangsungan hidupnya selama di Amerika. Sebab disana setiap manusia wajib memiliki keahlian, apabila tidak ada jangan harap bisa bertahan hidup.

Pada dasarnya Syarif adalah seorang seniman tanah air lulusan SMA. Drama teater sudah menjadi makanan sehari-hari dirinya saat di Indonesia. Namun, nyatanya Tuhan berkehendak lain mengantarkan dia terbang ke Amerika dalam program pertukaran kebudayaan.

“Saya beranikan diri menetap di Amerika atas arahan dari bos, waktu itu dia bilang saya bisa sukses disini (Philadelphia). Akhirnya saya putuskan menetap seorang diri dengan keterbatasan yang ada,” papar Syarif.

Banting sitr dari seniman menjadi petani ternyata berbuah manis untuk Syarif Syaifulloh. Kini pekerjaannya itu membawa dia dikenal oleh jagat raya Amerika. Padahal ‘Pak Tani’ ini hanya belajar secara otodidak, tapi dapat meraup kesuksesan.(Bersambung)