TACB Tidak Bisa Kerja Sendiri

In Metropolis

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kota Depok telah membentuk Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Tim yang terdiri dari enam orang dari bidang keilmuan yang berbeda ini  tentu tidak dapat melaksanakan tugasnya sendiri. Butuh kerjasama dari stakeholder terkait. Di antaranya para komunitas kesenian, budayawan, dan sanggar-sanggar lainnya yang memiliki kepedulian terhadap situs bersejarah di Depok.

“Mereka (TACB) sudah tersertifikasi dan langsung menjalankan tugasnya mendata, menetapkan, memeringkatkan, dan atau menghapuskan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Kota Depok secara bersama-sama,” kata Kepala Bidang Kebudayaan dan Pengembangan Kepariwisataan Disporyata Depok, Eneng Sugiarti kepada Radar Depok, kemarin usai Sosialisasi TACB di Cipanas, Bogor.

Eneng menjelaskan, bahwa TACB akan bersama-sama dengan masyarakat dalam menjalankan tugas-tugasnya. Sementara ini baru satu peninggalan sejarah yang telah ditetapkan oleh TACB sebagai cagar budaya.

Pekerjaan rumah tim ahli masih sangat panjang dan banyak, pasalnya data yang dimiliki Disporyata Depok terdapat 62 ODCB yang menjadi konsentrasi TACB ke depannya. Eneng melanjutkan, tim ahli akan segera menggelar rapat pada Jumat mendatang untuk membahas sistem kerja.

“Jumat ini mereka akan segera menggelar rapat bersama Disporyata Depok tentunya. Semoga dengan adanya tim ahli ini dapat memberikan kejelasan pada ODCB yang ada. Karena cagar budaya itu sangat berpotensi menjadi obyek wisata kedepannya di Kota Depok,” papar Eneng.

Usai menggelar sosialisasi dan pengenalan TACB, rupanya para stake holder merespon baik keberadaan tim ahli ini di Kota Depok. Seperti yang diutarakan Ketua umum Ikatan Budaya Sunda Kota Depok, Usep Kusnadi.

Menurutnya dengan terbentuk TACB menjadi langkah awal kemajuan dari Kota Depok, karena hanya beberapa daerah di Indonesia yang memiliki tim ahli. Pihak IBS pun akan turut membantu kinerja TACB dalam menemukan dan mendata ODCB yang tersebar di Kota Depok.

“Terutama bangunan yang merupakan peninggalan sejarah jaman dahulu dan juga mengandung unsur sejarah. Kami berharap TACB juga proaktif untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga Cagar Budaya walaupun sebenarnya di luar tupoksi mereka,” pungkas Usep. (san)

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu