Beranda Utama Tiap Hari Pedagang Dipungli 

Tiap Hari Pedagang Dipungli 

0
Tiap Hari Pedagang Dipungli 
BEROPERASI:  Pasar Koja, Kecamatan Cimanggis, Depok berjalan normal seperti biasa, kemarin. Foto : IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Mencuat adanya dugaan pungutan liar (Pungli) di sekitaran Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis Depok tak berpengaruh bagi pedagang. Hanya saja kemarin, sejumlah pedagang memilih diam ketika ditanya besaran pungutan.

Pantauan Harian Radar Depok, pedagang masih berjualan. Sejak pagi pedagang sayur sudah memajang dagangannya untuk dijual, seperti biasa. Tidak ada yang berbeda, namun kondisi Tempat Pembunagan Sampah (TPS), agak lengang. Aktifitas pengangkutan sampah pun berjalan normal. “Sebelumnya kalau dilihat dari atas di TPS ada bedeng, tapi sekarang sudah tidak lagi,” singkat pegawai UPT Pasar Cisalak, Budi.

Kondisi pasar yang biasa di sebut pasar Koja, Kecamatan Cimanggis, dari pantauan Radar Depok juga berjalan normal. Salah satu pedagang makanan, Asminah mengatakan, pedagang berjualan seperti biasa. Saat ditanya terkait pungli yang terjadi di kawasan tersebut, pihaknya hanya menggelengkan kepala. Dia mengakui, ada pungutan untuk berjualan di pasar. “Memang ada yang mintain setiap hari muter ke kios-kios. Ya biasalah, memang begitu, yang penting saya bisa dagang dengan aman,” terang Asminah.

Dia juga mengaku tidak keberatan dengan pungli yang dilakukan. Asalkan dia bisa tetap berdagang. “Yang penting bayarnya jangan mahal-mahal,” kata Asminah.

Pedagang ayam, DN mengaku, setiap hari memang ada yang keliling muter mengambil iuran. Umumnya pedagang menerima adanya pungutan hanya saja jangan terlalu mahal. Tiap tahun ada kenakan iuran. “Iya tiap hari ada yang ambil iuran,” singkat dia.

Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Kosasih menuturkan, belum bisa membeberkan keterangan dugaan pungli di Pasar Cisalak. Pihaknya mengaku, baru mengumpulkan bahan keterangan (baket) dari dugaan pungli. “Baru mengumpulkan baket, belum ada penyelidikan dan penyidikan,” singkatnya.

Dugaan tersangka juga belum bisa di pastikan. “Belum tahu, kami baru mengumpulkan baket,” tandasnya.(rub)