UI Bedah Ekonomi di Persaingan Global

In Metropolis
PEMBAHASAN: Suasana Forum Kebangsaan UI membahas soal ekonomi di Balai Sidang UI, kemarin. Foto : SANI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Universitas Indonesia (UI) kembali menggelar Forum Kebangsaan atau seminar nasional. Kali ini, bertajuk NKRI sebagai basis kesatuan ekonomi dalam menghadapi ketidakpastian global, di Balai Sidang UI, kemarin. Sejumlah topik menjadi bahan diskusi, menarik perhatian adalah posisi NKRI dalam menghadapi adidaya dunia.

Pakar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana mengatakan, dalam tiga dekade terakhir telah terjadi perubahan geopolitik dunia yang cukup signifikan. Guna memudahkan langkah dalam menghadapi situasi seperti ini, negara-negara besar telah mengambil langkah integrasi. Hal itu menjurus pada ancaman yang akan terjadi kedepannya seperti pasar dan tempat berproduksi lainnya.

Menghadapi fenomena geopolitik seperti ini, bagaimana Indonesia harus bersikap? Tidak ada kata lain selain harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Secara geopolitik, Indonesia tidak boleh pecah karena perbedaan internal. “Tantangan yang muncul dari perebutan pasar dan tempat berproduksi harus disikapi dengan menjaga dan merawat NKRI,” kata Hikmahanto kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara itu, Pakar Psikologi Politik UI, Hamdi Muluk turut memberi pandangan tentang perekonomian di Indonesia. Namun dia, membahasnya terkait pola pikir dan pola sikap  SDM Indonesia dalam menghadapi persaingan global di era digital.

Menurut Hamdi, persaingan global di era digital saat ini menghasilkan kesimpulan bahwa bangsa yang bisa survive. Hanyalah bangsa yang solid secara internal, dan yang mampu beradaptasi secara cepat terhadap perkembangan dunia global saat ini.

“Revolusi mental itu kuncinya adalah perubahan. Dimana untuk mencapai SDM yang bisa bersaing di pasar global harus adanya gotong royong antara masyarakat dan pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Hamdi, apabila ingin maju secara keseluruhan diperlukan beberapa aspek. Di antaranya, modal ekonomi (economic capital), modal institusional (institutional capital), modal sosial(social capital), modal budaya (cultural capital), dan modal psikologis (psychological capital).

“Namun tanpa mengesampingkan modal ekonomi, institusi, maka tampaknya tindakan terencana untuk memperkuat basis modal sosial, modal budaya, dan modal psikologis dalam sebuah disain yang komprehensif semacam “Neo-Revolusi mental” adalah proyek strategis Indonesia paling tidak untuk 20 – 30 tahun ke depan,” papar Hamdi.

Di lokasi yang sama, Kepala Kajian Makro LPEM FEB UI, Febrio Kacaribu membahas terkait NKRI sebagai kesatuan ekonomi dalam pentas dunia. Menurutnya, Indonesia adalah negara dengan perekonomian sangat besar. Di antara 16 perekonomian terbesar dalam 20 tahun terakhir, hanya ada tiga negara yang perekonomiannya selalu tumbuh di atas pertumbuhan GDP dunia, di antaranya Tiongkok, India dan Indonesia.

“Perekonomian Indonesia dalam 10 tahun ke depan kami proyeksikan akan terus tumbuh dengan tingkat pertumbuhan 5,3-5,6% per tahun. Ini pun akan jauh di atas rata-rata potensi pertumbuhan dunia yang diproyeksikan oleh IMF tumbuh sekitar 3,6% per tahun,” terangnya.

Sepuluh tahun lagi, peluang sangat besar bagi perekonomian Indonesia untuk naik ke posisi 10 ekonomi terbesar di dunia. Perekonomian yang semakin besar ini. Akan dibarengi peluang yang semakin besar bagi bangsa Indonesia, untuk tampil dan berperan di kancah politik global.

Forum kebangsaan merupakan sebuah forum yang diinisiasi UI untuk menanggapi isu-isu permasalahan bangsa seperti dinamika politik, daya saing ekonomi, dan kebhinekaan. Forum Kebangsaan UI diharapkan dapat menjadi “etalase” think tank UI yang mengedepankan kaidah-kaidah Akademis.

“Sekaligus sebagai bentuk sumbangsih Pemikiran dalam upaya bersama di dalam peningkatan kualitas Sikap dan Tindakan dari SDM Bangsa Indonesia,” pungkas Rektor UI, Muhamad Anis. (san)

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu