Beranda Metropolis Warga Keberatan Jalan Pulo Mangga Terputus

Warga Keberatan Jalan Pulo Mangga Terputus

0
Warga Keberatan Jalan Pulo Mangga Terputus
IMBAS PEMBANGUNAN TOL : Pengendara saat melintas di Jalan Pulo Mangga, Kecamatan Pancoranmas yang rencananya akan dihilangkan imbas proyek pembangunan Tol Depok-Antasari (Desari) tahap II, Selasa (18/6). Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dampak dari pembangunan jalan tol Depok-Antasari (Desari) diduga bakal memutuskan jalur Pulo Mangga di RT04/RW02 Kelurahan Grogol, Limo. Jika ingin ke Grogol, warga harus memutar lebih jauh ke Jalan Pendowo Raya.

Warga RT04/RW02 Grogol, Nyamah mengaku, ia bersama warga lainnya sangat keberatan bila jalan Pulo Mangga harus terputus. Karena akses jalan menuju Jalan Raya Grogol harus memutar ke Pendowo Raya.

“Kenapa harus diputus, sebaiknya kontraktor menyediakan jalan lintas untuk warga, jangan memutar terlalu jauh,” kata Nyamah.
Jalan Pendowo Raya menurutnya sudah ada sejak lama, dan sebagai akses warga, tapi tiba-tiba tergerus pembangunan jalan tol.

“Sebaiknya dibuatkan jembatan penyebrangan, jangan dibuat mutar terlalu jauh, minimal untuk motor dan pejalan kaki,” tukas Nyamah.
Senada, Ketua RT04/RW02 Grogol, Endri mengatakan, banyak warga yang keberatan jika jalan harus memutar, sehingga perlu ada solusi agar masyarakat tidak memutar.

“Kalau jalan di sisi jalan tol seepertinya sudah di ukur, tapi jalan Pulo Mangga jangan sampai putus,” kata Endri kepada Radar Depok.
Belum lagi, kasus pembayaran yang belum di ambil warga, sehingga menghambat pembangunan proyek pemerintah. “Itu sudah kami serahkan ke PN Depok, jadi silahkan yang bersangkutan ke Pengadilan Negeri Kota Depok,” tukas Medi.

Tanah seluas 110 meter di tengah jalan tol juga belum selesai pembayarannya sehingga kontraktor belum bisa melakukan pekerjaan.
Sementara menurut Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kota Depok, Medi Lalengan, mengatakan sebagian tanah yang berada di lokasi tersebut sudah mendapatkan harga. “Semua sudah keluar harganya,” kata Medi menjelaskan.

Ahli waris hanya tidak setuju dengan harganya sehingga uangnya di Pengadilan Negeri Kota Depok belum diambil. “Mereka belum mau ambil,” tukas Medi. (rub)