RUSAK: Kondisi rumah Siti Asipah yang pagar rumahnya runtuh akibat pengerjaan drainase yang dilaksanakan di Jalan Masjid RT02/04 Kelurahan Cipayung Jaya, Cipayung, Jumat (12/7). Foto : ARNET/RADARDEPOK
RUSAK: Kondisi rumah Siti Asipah yang pagar rumahnya runtuh akibat pengerjaan drainase yang dilaksanakan di Jalan Masjid RT02/04 Kelurahan Cipayung Jaya, Cipayung, Jumat (12/7). Foto : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, CIPAYUNG – Warga RT02/04 Cipayung Jaya, Cipayung Situ Asipah harus gigit jari dari pengerjaan drainase. Pasalnya, proyek yang dikerjakan CV. Anugrah Angkasa Mandiri ini membuat pagar rumannya roboh.

Siti Asipah mengatakan, robohnya pagar diduga akibat getaran yang dilakukan pekerja saat membelah jalan yang menggunakan pahat dan palu untuk memasuk bak saluran.

“Apapun masalahnya saya nggak mau tahu, harus dijadikan seperti semula. Harus berani tanggung jawab,” tegas Siti saat ditemui Radar Depok, Jumat (12/7).

Pengerjaan saluran atau drainase milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Depok, yang dipegang UPT Jalan dan Drainase wilayah 2 dengan nilai RP169 Juta.

Menanggapi insiden tersebut, Ketua RW04 Kusbianti mengharapkan agar kontraktor bertanggungjawab dan segera memperbaiki kerusakan yang timbul akibat pengerjaan drainase. Sehingga, proyek pembangunan yang sedianya untuk kebaikan lingkungan, tidak membuat warga merugi.

“Biar sama sama enak harus ganti, biar baik baik aja semuanya,” kata Kusbianto.

SOP menjadi penyebab runtuhya pagar warga, sebab dalam Standart Operasional Prosedur (SOP) terkait perlengkapan pengerjaan, pengerja harus menggunakan mesin cutting. Diketahui pager yang runtuh berukuran 6X1 Meter.

Saat disambangi ke lokasi, Mandor lapangan yang diketahui namanya Ocak enggan berkomentar banyak. Dikatakannya, pihaknya di sana hanya sebagai pekerja lapangan.

“Kalau soal itu, nanti aja bos yang ngomong, saya kan Cuma orang suruhannya buat jaga,” pungkasnya. (arn)