RADARDEPOK.COM, DEPOK–Inspektorat Kota Depok, menerapkan metode 4C demi mengawasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Dpeok. Metode 4C ini terdiri dari Capacity Building, Current Issue, Check and Balances, dan Clearing House.

Kepala Inspektorat Kota Depok, Firmanuddin mengatakan, metode baru ini untuk mempermudah jalannya fungsi pengawasan manajemen pemerintahan secara akuntabel. Keempat medote ini turut melibatkan seluruh unsur Inspektorat meninjau dan mengawasi ASN.

“Metode 4C adalah strategi baru dari Inspektorat untuk menjalankan fungsi pengawasan kepada ASN. Semua unsur dari Inspektorat kita libatkan,” kata Firmanuddin kepada Radar Depok, di Balaikota, kemarin.

Pendekatan 4C yang pertama Capacity Building, berperan untuk menambah kapasitas dalam melakukan pengawasan, termasuk bendahara. Kedua, Current Issue dimana Inspektorat harus peka dan jeli terhadap isu yang sedang berkembang, baik di media sosial maupun masyarakat. Menurutnya, isu ini bisa menjadi salah satu rujukan Inspektorat dalam melakukan fungsi pengawasan.

“Ketiga Check and Balances, yaitu kami menguji kebenaran dari isu yang sedang berkembang. Misal, ada Tindak Pidana Korupsi (TPK), kami akan komunikasikan dengan Dinas terkait. Tapi ini belum masuk pada tahap pemeriksaan. Kami hanya mengkroscek,” jelasnya.

Kemudian yang terakhir, lanjut Firmanuddin, Clearing House. Artinya, Inspektorat siap menjembatani apabila tidak ditemukan titik terang atau terjadi masalah di antara Dinas dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam hal ini Inspektorat bisa ikut andil untuk penyelesaian masalah.

“Auditor BPK dan kami itu kan masih dalam satu bidang yang sama. Sama-sama melakukan pengawasan, jadi kami juga paham bilamana ada temuan. Kami bisa menjadi penengah. Mudah-mudahan konsistensi kami dalam melakukan pengawasan bisa mendorong dinas untuk mencapai tujuannya,” pungkas Firmanuddin. (san)