SOSIALISASI : Seorang pemilik keramba sedang menanyakan nasibnya kepada pegawai BBWSCC dalam kegiatan sosialisasi revitalisasi Situ Rawa Kalong di aula kantor Kelurahan Curug. Foto : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
SOSIALISASI : Seorang pemilik keramba sedang menanyakan nasibnya kepada pegawai BBWSCC dalam kegiatan sosialisasi revitalisasi Situ Rawa Kalong di aula kantor Kelurahan Curug. Foto : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, CURUG – Revitalisasi Situ Rawa Kalong yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) membuat pemilik keramba di situ yang terdapat di Kelurahan Curug, Cimanggis risau.

Seperti yang dituturkan Mujiono, warga RW08 Kelurahan Curug ini mengungkapkan, Situ Rawa Kalong tempat dirinya menaruh keramba sudah menjadi sumber ekonomi bagi sebagian warga.  Ia pun khawatir jika kegiatan revitalisasi akan membongkar keramba mereka.

“Keramba ini bukan hanya sumber ekonomi. Tapi juga menjadi sesuatu hal yang bisa meningkatkan tali silaturahmi. Misalnya kami sedang melakukan gotong royong, biasanya saya akan mengambil ikan dari keramba untuk makan bersama dengan warga yang melakukan gotong royong,” katanya usai mengikuti kegiatan sosialisasi revitalisasi Situ Rawa Kalong, di aula kantor Kelurahan Curug, Rabu (10/7).

Meski menjadi sumber pendapatan, dia mengaku hasil dari keramba tidak begitu besar. Sehingga Mujiono berharap BBWSCC dapat memberikan solusi bila hendak membongkar kerambanya.

“Bisnis ikan keramba ini sebenarnya saya gak untung dan cenderung merugi. Tapi, daripada saya menganggur lebih baik saya bertani ikan keramba ini, karena para warga yang nganggur kayak saya rata-rata usahanya hanya keramba ini,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Petugas bidang teknis BBWSCC, Aji mnegatakan pihaknya akan mendiskusikan hal tersebut kepada para pemilik keramba di Situ Rawa Kalong.

“Untuk pembongkaran keramba nanti akan kami diskusikan dulu,” kata Aji.

Dalam proses revitalisasi ini keramba harus dibongkar.  Secara aturan sendiri, sambung Aji, keramba tidak boleh ada di situ, karena faktor kerusakan ekosistem air akibat bahan kimia yang terdapat pada pakan ikan dan juga terganggunya jalur air karena keramba itu.

“Untuk melakukan revitalisasi kami akan menggunakan alat berat, seperti excavator jadi nanti keramba akan dibersihkan agar  tidak mengganggu jalannya kegiatan,” bebernya.

Ia menjelaskan, kegiatan revitalisasi yang menelan APBD Rp5.296.6800, meliputi kegiatan berupa galian sedimentasi, pembuangan hasil galian ke disposal area, pekerjaan timbunan tanah, pembuatan jogging track, perkuatan tanggul, perbaikan inlet, perbaikan outlet, pembuatan rumah jaga, serta pembuatan plang nama situ.

“Ini sudah berlangsung sejak 26 Juni 2019 dan wajib selesai 31 Desember mendatang,” ucapnya.

Sementara, Camat Cimanggis, Eman Hidayat mengapresiasi kegiatan revitalisasi tersebut. Bahkan, ia berencana akan memanfaatkan situ itu sebagai wadah untuk meningkatkan sektor ekonomi warga di sana dengan membuatkan kios-kios UMKM.

“Kami coba meningkatkan indeks pembangunan masyarakat lewat kegiatan ekonomi di Situ Rawa Kalong,” katanya.

Diharapkan setelah direvitalisasi nantinya Situ Rawa Kalong bisa jadi pusat perekonomian warga Curug. Sebab, nantinya di sana akan dibuatkan banyak wahana wisata air sehingga diyakini akan banyak menarik minat masyarakt baik di Cimanggis maupun di luar Cimanggis.

Selain itu, dengan adanya upaya tersebut, dapat menjadi solusi bagi para pemilik keramba yang akan ditertibkan sehingga memiliki sumber penghasilan yang baru dan diharapkan bisa lebih baik.

“Nanti kan banyak orang ke sana, para pemilik keramba bisa mengelola parkir, dan juga jadi operator wahana permainan yang ada di sana, atau lebih baik lagi bisa membuka usaha minuman atau makanan di kios yang akan kami sediakan  di sana,” pungkasnya. (dra)