RAPAT TERBATAS: Kepala Inspektorat Kota Depok bersama jajarannya mengadakan rapat internal membahas perubahan strategi pengawasan kepada ASN, beberapa waktu lalu. Foto : DOK. INSPEKTORAT DEPOK
RAPAT TERBATAS: Kepala Inspektorat Kota Depok bersama jajarannya mengadakan rapat internal membahas perubahan strategi pengawasan kepada ASN, beberapa waktu lalu. Foto : DOK. INSPEKTORAT DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Inspektorat Kota Depok menerapkan strategi baru dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Depok. Strategi baru ini adalah mengubah sifat represif (mengawasi) menjadi preventif (pencegahan).

Kepala Inspektorat Kota Depok, Firmanuddin mengatakan, pendekatan preventif yang telah diterapkan adalah bentuk pendampingan, evaluasi, review, dan monitoring kepada ASN. Penerapan ini guna mengenali dan mencegah lebih cepat segala hal yang dapat mengganggu pencapaian tujuan kerja.

“Kami sedang mencoba membangun pendekatan preventif kepada ASN, supaya peran Inspektorat bisa lebih efektif dalam mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mencapai tujuan kinerjanya,” kata Firmanuddin kepada Radar Depok, di Balaikota, Rabu (9/7).

Firman menjelaskan, untuk melakukan pendampingan terhadap OPD dibutuhkan pengetahuan yang mumpuni terkait manajemen risiko, sistem pengendalian internal, upaya membangun reformasi birokrasi dan membangun zona integritas. Maka dari itu, pihaknya rutin melakukan pembekalan wawasan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Inspektorat untuk meningkatkan kualitas.

Salah satu kegiatan pembekalan wawasan kepada ASN adalah Pelatihan Kantor Sendiri (PKS). Dimana narasumbernya langsung dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Mudah-mdahan dengan wawasan yang selalu up to date kami bisa memberikan pelayanan yang maksimal, baik untuk PD maupun masyarakat,” pungkas Firmanuddin. (san)